Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Saat Tumpek Landep, Bukan untuk Memuja Kendaraan 

Setiap enam bulan sekali umat Hindu merayakan Tumpek Landep. Tumpek Landep merupakan perayaan tumpek pertama dalam satu siklus wuku.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi Tumpek Landep - hari Tumpek Landep merupakan upacara pembersihan dan penyucian untuk persenjataan atau peralatan tajam sebagai simbolis permohonan ketajaman pikiran manusia. 


Sementara itu, dalam Lontar Sundarigama terdapat kutipan terkait Tumpek Landep sebagai berikut.

 

Kunang ring wara Landep, Saniscara Kliwon, puja wali Bhatara Siwa, mwah yoganira Sanghyang Paceupati, puja wali Bhatara Siwa tumpeng putih kuning adan-adanan, iwak sata sarupania, grih trasibang, sedah wah, haturakna ring sanggar. 


Yoga Sanghyang Sri Pasupati, sesastra jayeng prang, sesayut kusuma yudha, suci, daksina, peras, canang wangi-wangi, astawakna ring sarwa sanjata, lendepaning prang.


Kalingania ring wwang, denia paceupati, landeping idep, samangkana talaksanakna kang japamantra wisesa Paceupati"


Artinya: Tumpek Landep dirayakan saat Saniscara atau Sabtu Kliwon Landep.


Saat ini adalah pemujaan kepada Bhatara Siwa dan saat beryoganya Sang Hyang Pasupati.


Banten yang digunakan untuk memuja Bhatara Siwa meliputi tumpeng putih selengkapnya, lauknya ayam sebulu-bulu, grih trasibang (ikan asin dan terasi merah), sedali woh dan dihaturkan di Sanggar Pamujan (tempat pemujaan). 


Kemudian banten pemujaan Sang Hyang Pasupati meliputi sesayut jayeng prang, sesayut kusuma yudha, suci, daksina, peras, canang wangi-wangi yang dihaturkan pada jenis senjata sehingga bertuah. 


Makna dari Tumpek Landep ini ialah untuk menajamkan pikiran, sehingga lakukanlah pemujaan untuk mendapatkan anugerah Sang Hyang Pasupati. (*)
 

 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved