Suami Mutilasi Istri di Malang

Jenazah Ni Made Sutarini Sudah Diaben di Malang Pagi Ini, Keluarga Penuhi Permintaan Mendiang

Jenazah Ni Made Sutarini, korban pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh suami sudah diaben di Malang pada Rabu 3 Januari 2023.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
Kolase @joshuanade
Ni Made Sutarini (55), ibu di Malang dibunuh dan dimutilasi oleh suaminya sendiri di dalam rumah 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Jenazah Ni Made Sutarini, korban pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh suami sendiri James Lodewyk Tomatala (61) telah diaben hari ini Rabu 3 Januari 2024 di Malang, Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang kerabat, I Wayan Merta saat ditemui Tribun-Bali.com di kediamannya di Banjar Banda, Desa Takmung, Klungkung pada Rabu 3 Januari 2024.

"Informasi tadi pengabenan sudah dilakukan pukul 08.00 Wita tadi," ujarnya.

Ia mengatakan, setelah menikah dengan James Lodewyk Tomatala, Sutarini memeluk agama kristen.

Meskipun demikian, Sutarini sejak masih hidup sering berkata ke keluarganya agar diupacarai secara hindu jika terjadi sesuatu kepadanya.

"Walau memeluk agama kristen, ia (Sutarini) masih sering melukat, sembahyang juga di sini. Sering bilang juga ke kerabat di Surabaya, kalau nanti meninggal agar minta tolong diaben," ungkap Merta.

Bahkan menurut Merta, anak-anak Sutarini juga dengan ikhlas meminta agar ibunya bisa diaben.

Baca juga: Usai Habisi dan Mutilasi Sutarini, James Berikan Surat Kuasa Agar Istri Diupacarai Secara Hindu

Sebelum disepakati dilakukan proses pengabenan, sang suami sekaligus pelaku pembunuhan terhadap Sutarini telah memberikan surat kuasa.

Pada surat kuasa itu intinya memperbolehkan, Sutarini dapat diaben sesuai dengan upacara agama hindu.

Ni Made Sutarini semasa hidup, saat berfoto dengan sepupunya yang juga telah meninggal dunia. ist
Ni Made Sutarini semasa hidup, saat berfoto dengan sepupunya yang juga telah meninggal dunia. ist (Istimewa)

"Suaminya ini memberikan surat kuasa, kepada pihak keluarga kami untuk memproses upacara terhadap jenazah Sutarini secara hindu. 

Kakak dan adik kandung dari Sutarini, yakni Ni Wayan Suarini dan Komang Suardana telah berangkat ke Malang membawa tirta dari sanggah dan Pura Kawitan untuk upacara pengabenan Sutarini.

Proses Ngaben Digelar Hari Ini

Pengabenan Ni Made Sutarini akan digelar hari ini pada Rabu 3 Januari 2023.

Pengabenan akan difasilitasi PHDI Malang, dan kerabatnya di Surabaya Jawa Timur.

Dua saudara kandung Sutarini, yakni adiknya Komang Suardana beserta kakak tertuanya, Ni Wayan Suarini pada Selasa 2 Januari 2023, berangkat ke Malang untuk membawa tirta di sanggah dan kawitan untuk upacara pengabenan Sutarini. 

"Kakak dan adik dari Sutarini yang berangkat ke Malang, membawa tirta dari sanggah dan kawitan. Kalau tirta pura desa tidak ada, karena Sutarini sudah bukan warga desa adat di sini pasca menikah," ungkap Surata, sepupu Sutarini di kediamannya Banjar Banda, Desa Takmung Klungkung pada Selasa 2 Januari 2023.

Sebelumnya jenazah korban dititipkan di kamar jenazah RS Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Selanjutnya jenazah Sutarini diserahkan kepada keluarganya yang datang ke Malang untuk dikremasi, hari ini.

Kisah Cinta Made Sutarini dan James yang Berakhir Pilu

Kematian Ni Made Sutarini (55) dengan cara yang tragis, membuat keluarga besarnya di Banjar Banda, Desa Takmung, Klungkung sangat kehilangan.

Terlebih setelah dibunuh, jenazah Sutarini dimutilasi dengan kejam oleh suaminya sendiri, James Lodewyk Tomatala (61).

DI mata keluarga, Sutarini merupakan sosok yang sangat baik dan penyabar.

Baca juga: Tersangka Pembunuhan & Mutilasi Ni Made Sutarini Dijerat Pasal Berlapis, James Disebut Bersihkan TKP

Hal ini dibuktikan dengan Sutarini yang tidak melaporkan suaminya ke kantor polisi walau sering mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari suaminya.

"Kakak saya sering mendapatkan kekerasan dari suaminya. Ia tidak melapor ke polisi karena memikirkan anak-anaknya," ujar adik kandung Sutarini, Komang Suardana, di kediamannya Banjar Banda, Desa Takmung, Klungkung pada Selasa 2 Januari 2023.

Sutarini dan James telah menikah lebih dari 30 tahun lalu. Sebelummya Sutarini merupakan seorang perawat di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya.

Sementara James sebelumnya merupakan pasien yang dirawat oleh Sutarini.

Kasus Suami Mutilasi Istri di Malang, Bagian Tubuh Korban Ditemukan di Dalam Ember, Ini Motif Pelaku
Kasus Suami Mutilasi Istri di Malang, Bagian Tubuh Korban Ditemukan di Dalam Ember, Ini Motif Pelaku (SURYAMALANG.COM)

James saat ini berstatus sebagai pensiunan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Keduanya lalu kecantol, berjodoh. Seperti itu pertemuan mereka," ungkap sepupu Sutarini, Wayan Surata.

Setelah menikah, Sutarini berhenti bekerja menjadi perawat dan fokus mengurus keluarga.

Sementara James bekerja di salah satu BUMN.

Baca juga: Jenazah Ni Made Sutarini Diaben Hari Ini oleh PHDI Malang, Keluarga dari Bali Bawa Air Suci

Keduanya dikaruniai dua orang anak. Anak pertamanya perempuan dan baru sekitar sebulan bekerja di Singapura.

Sementara anak keduanya laki-laki dan bekerja sebagai teknisi di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Badung.

"Keduanya anaknya sering pulang ke sini. Kalau anak laki-lakinya, setiap minggu ke Klungkung," ungkap Surata.

Namun pernikahan keduanya berujung duka. James membunuh Sutarini dengan tragis, Minggu (30/12).

Jenazah Sutarini baru ditemukan pada Senin 31 Desember 2023 dalam kondisi telah termutilasi.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved