Aksi Begal di Ubud

Aksi Begal di Ubud: Sopir Online asal Songan Dicekik dan Ditodong Pisau oleh Penumpang di Sayan

Aksi pembegalan terhadap sopir transportasi online terjadi di Jalan Raya Desa Sayan, Ubud, Gianyar, Bali pada Rabu 3 Januari 2024 malam

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kendaraan korban menabrak plang warung makan usai dibegal di Jalan Raya Sayan, Ubud, Gianyar, Rabu 3 Januari 2024 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Aksi pembegalan terhadap sopir transportasi online terjadi di Jalan Raya Desa Sayan, Ubud, Gianyar, Bali pada Rabu 3 Januari 2024 malam.

Beruntungnnya korban yang berasal dari Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Banli berhasil selamat.

Ia hanya mengalami luka di bagia kaki.

Sedangkan, tiga pelaku pembegalan kini telah diamankan ke Mapolsek Ubud.

Informasi dihimpun di TKP, kasus ini bermula saat ketiga orang pelaku memesan transportasi secara online, dan diterima oleh korban. 

Korban yang belum diketahui namanya tersebut lantas menjemput ketiganya di depan Pasar Sayan menggunakan mobil Avanza warna putih.

Beberapa meter perjalanan, leher korban langsung dicekik, dipukul dan diancam menggunakan senjata tajam oleh ketiga penumpangnya tersebut. 

Baca juga: Kasus Terkini di Ubud, Sopir Transportasi Online Dicekik Penumpang, Sopir Nekat Banting Stir

Mendapat perlakuan demikian, korban lantas banting stir ke kiri lalu meloncat dari dalam mobil.

 Saat itu, mobil Avanza DK 1655 KU tersebut lantas melindas besi  sehingga semua bannya pecah, dan mobil berhenti setelah menabrak plang warung babi guling seken.

Setelah itu, korban berteriak meminta pertolongan. 

Mendengar permintaan tolong, warga yang sedang ramai di Pasar Sayan langsung berbondong-bondong ke TKP, banyak dari mereka yang datang membawa batang kayu besar.

Saat itu, ketiga korban mengunci dirinya di dalam mobil, hingga aparat kepolisian datang, pelaku pun berhasil diamankan. 

Lantas,massa yang emosi, memberikan pelajaran pada para korban. Namun beruntung nyawa ketiganya masih selamat.

Kendaraan korban menabrak plang warung makan usai dibegal di Jalan Raya Sayan, Ubud, Gianyar
Kendaraan korban menabrak plang warung makan usai dibegal di Jalan Raya Sayan, Ubud, Gianyar (TRIBUN BALI/ Wayan Eri Gunarta)

Pemilik Warung Babi Guling Seken, I Made Dana mengatakan, berdasarkan keterangan korban, ia sempat dicekik, dipukul dan diancam pakai pisau.

"Tujuannya memang mau merampas kendaraan. Saat itu, sopir langsung meloncat dari dalam mobil, sehingga kakinya terkilir dan luka. Sudah dibawa ke klinik untuk diobati," ujar Dana.

Kapolsek Ubud, Kompol I Made Uder saat ditemui di TKP mengatakan, saat tiba di TKP, para terduga pelaku masih berada di dalam mobil.

 "Yang bersangkutan sempat mau menghilangkan barang bukti sajam. Saat petugas mengamankan, dia melempar sajam ke gorong-gorong. Untung bisa kami temukan, meskipun dalam kondisi gelap," ujarnya.

Ditanya terkait identitas pelaku dan korban, Kompol Uder belum mengetahui. "Identitas belum saya ketahui, masih diperiksa di Polsek," ujarnya di TKP. 

Pj Perbekel Sayan, Mangku Ketut Gede Kusumajaya mengatakan, pasca kejadian ini, pihaknya meminta pada masyarakat di wilayahnya agar selalu waspada, terutama untuk masyarakat yang berprofesi sebagai sopir. 

Baca juga: Tiga Pelaku Aksi Begal dengan Sajam di Desa Sayan Berhasil Diamankan Polisi, Ini Kata Kapolsek Ubud

"Kami minta, jika menaikkan penumpang agar di tempat yang ramai, dan selalu waspada pada pihak yang memesan kendaraan, agar tak terjadi kejadian seperti ini lagi," ujarnya saat ditemui di TKP. 

Identitas Pelaku

Berdasarkan data dihimpun di Mapolsek Ubud, para pelaku di antaranya, Wisnu Agung Pradana, berusia 24 tahun asal Desa Antiroga, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Dalam kartu identitasnya, ia berstatus sebagai wiraswasta.

Pelaku kedua, MA berusia 17 tahun asal Desa Arjasa, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Jember.

Selama di Bali, ia bekerja sebagai buruh proyek di Banjar Tunon, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Pelaku terakhir, AD usia 15 tahun, asal Desa Rabe, Kecamatan Rawa Indah, Kabupaten Jember Jatim. Selama di Bali, ia juga bekerja sebagai buruh proyek di Banjar Tunon, Desa Singakerta.

Sementara, korbannya ialah I Komang A Suryaningrat, berusia 24 tahun asal Banjar Batu Meyeh, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Kanit Reskrim Polsek Ubud, Iptu Nyoman Agus Putra Ardiana membenarkan hal tersebut. Kata dia, saat ini para pelaku telah dilimpahkan penangannnya ke Mapolres Gianyar. "Ketiga pelaku saat ini ditangani polres," ujarnya seizin Kapolsek Ubud, Kompol I Made Uder.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved