Music Zone
MUSIC ZONE: Benten 62 Jadi Diri Sendiri di Album 23 : 27
Penggarapan lirik pada materi di album ini mengadopsi gaya penulisan, Seno Gumira Ajidarma
Penulis: Putu Candra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Unit alternatif rock asal Denpasar, Benten 62 menutup tahun 2023 dengan merilis album baru yang diberi judul 23 : 27.
Album ini berisikan 7 lagu, gabungan materi baru dan beberapa lagu sebelumnya telah mereka rilis sebagai single.
Di album baru ini, band yang didirikan 2018 lalu ingin menonjolkan jati diri, menjadi diri sendiri dalam hal berkarya.
Pun materi di album ini mereka sebut berbeda dari materi terdahulu.
Baca juga: Music Zone: Error Scream Gaet 4 Vokalis Metal di Pesta Rilis Album Rata Tanah
"Di album ini kami memperkenalkan karakter tata suara yang akhirnya kami temukan dan karya ini menjadi bagian dari kami sendiri," jelas gitaris sekaligus vokalis Benten 62, Ginting.
Secara tema, kata Ginting, materi dalam album ini berbicara tentang quater life crisis.
Di mana semua orang pasti pernah mengalami fase tersebut.
Dari pengalaman itu lah menjadi pedoman hidup bagi setiap orang untuk menjalani hidup kedepannya.
"Secara keseluruhan, proses pembuatan album ini menurut kami sangat menyenangkan daripada karya sebelumnya. Album ini merangkum proses perjalanan Benten 62 untuk menjadi diri sendiri," ungkap Ginting.
Penggarapan lirik pada materi di album ini mengadopsi gaya penulisan, Seno Gumira Ajidarma dalam bukunya berjudul “Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek".
Menggunakan sastra sebagai literasi, bagi Benten 62 adalah penguatan dan mereka berpandangan sastra tidak pernah mati.
"Benten 62 mencapai pengembangan yang baik melalui EP ini secara proses kreatifnya. EP ini mungkin tidak sebagus band-band lain, tapi dari EP ini kami mencoba menjadi diri kami sendiri dan mencoba bersenang-senang ketika proses pengerjaannya," tutur Ginting.
Mereka berharap, dari album 23 : 27 ini sebagai awal perjalanan, dan menjadi jembatan dalam melakukan apa yang disenangi.
Benten 62 dibentuk tahun 2018, digagas oleh Acong dan Ginting dengan mengusung genre rock alternatif sebagai pondasi musiknya.
Musik Acong dan Ginting dipengaruhi oleh deretan band macam Dinosaur JR, Teenage Fanclub, Morfem, The Adams, Rumah Sakit, dan Barefood.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/MUSIC-ZONE-Benten-62-Jadi-Diri-Sendiri.jpg)