Pohon Tumbang di Karangasem
Tiga Pelinggih Suartana di Bebandem Karangasem Rusak Tertimpa Pohon Kelapa
Pelinggih I Nengah Suartana di Br. Dinas Desa, Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem rusak setelah pohon jenis kelapa tumbang
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Pelinggih I Nengah Suartana di Br. Dinas Desa, Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem rusak setelah pohon jenis kelapa tumbang menimpa, Selasa (9/1/2024) siang hari.
Tak ada korban jiwa dan luka. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta lantaran tiga pelinggih rusak parah.
Informasi di lapangan, pohon kelapa berdiameter sekitar 30 centi tumbang secara tiba - tiba. Cuaca bersahabat.
Tidak ada hujan, dan angin bertiup landai saat kejadian. Kemungkinan pohonnya sudah tua, serta kondisi tanah labil.
Untuk bersangkutan tidak ada di lokasi saat pohon tumbang mengarah ke lokasi
Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan, pohon tinggi sekitar 12 meter tumbang tiba - tiba.
Tiga unit pelinggih rusak parah. Yakni pelinggih rong 3, pelinggih rong 2, serta pelinggih.
Penanganannya dibantu masyarakat sekitar, kepolisian, dan TNI. Sedangkan pohon kelapa sudah di evakuasi.
Baca juga: Tiga Perusahaan Siap Investasi Bangun Pasar Induk Gadarata, Proses Lelang Maret 2024
"Kerugiannya sekitar 70 juta. Penyebab kemungkinan karena tanah labil. Mengingat beberapa hari sebelum kejadian, sekitar lokasi di guyur hujan cukup lama. Kemungkinan itu menyebabkan tanah jadi labil,"prediksi Ketut Arimbawa
Kasus pohon tumbang di Kab. Karangasem mencapai 9 kasus di tahun 2024. KK terdampak sekitar 2 KK. Kerugiannya capai 570 juta.
Bencana tersebar di Kec. Karangasem, Selat, Bebandem, Manggis, Kubu, Rendang, dan Abang. Kasus ditangani BPBD Kab. Karangasem dibantu masyarakat sekitar lokasi.
Arimbawa menghimbau, warga di Kab. Karangasem selalu waspada terhadap kasus pohon tumbang dan tanah longsor.
Terpenting yakni menjauhi pohon besar yang usianya sudah tua. Mengingat cuaca di Karangasem beberapa hari anomali, berubah - ubah. Kadang hujan, dan panas. Warga harus mengenali lingkungan.
"Kita himbau warga untuk tetap berhati - hati dan waspada disaat cuaca ekstrem. Dilarang mendekati daerah tebing yang potensi terjadi longsor dan dekat pepohonan. Tujuannya mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Seperti tertimpa tebing, serta pohon,"akui IB Ketut Arimbawa, pejabat asal Singaraja.
Tidak hanya itu, BPBD Kab. Karangasem juga telah edarkan surat himbauan ke seluruh Camat serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi hal tak diinginkan. Seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memangkas pohon. Harapannya, agar kasus pohon tumbang bisa ditekan, terutama di jalan.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.