Pemilu 2024
Antisipasi Perkembangan Situasi Pemilu 2024, Kodam IX/Udayana Laksanakan Apel Gelar Pasukan
Antisipasi Perkembangan Situasi Pemilu 2024, Kodam IX/Udayana Laksanakan Apel Gelar Pasukan, Terjunkan 10 Ribu Personel
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kodam IX/Udayana menerjunkan sebanyak 10.738 prajurit TNI untuk bertugas mengamankan jalannya Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Tak hanya prajurit, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi juga menyiagakan alutsisa TNI untuk mendukung kelancaran proses pesta demokrasi di tanah air yang berlangsung 14 Februari 2024 mendatang.
Hal ini ditekankan Pangdam IX/Udayana saat Apel Gelar Pasukan dalam rangka Pengamanan Pemilu 2024 di Lapangan I Gusti Ngurah Rai, Asrama Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar, Bali, pada Rabu 17 Januari 2024.
"Kami ngecek kesiapan pengamanan Pemilu di wilayah Kodam Udayana yang terdiri dari 3 Korem, kami siapkan pasukan untuk pengamanan sebanyak 10.738 orang," kata Pangdam.
"Alutsista sesuai kebutuhan kami sudah standbykan satuan di tempatnya masing masing, back up kepada Polda dan Polres di masing-masing wilayah," imbuhnya.
Mayjen TNI Harfendi juga menekankan agar anggotanya menjaga komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder untuk menjaga keamanan wilayah maisng-masing satuan, seluruh prajurit dalam mengantisipasi perkembangan situasi tahapan Pemilu tahun ini.
Lebih lanjut, Pangdam menekankan kepada seluruh Prajurit Kodam IX/Udayana agar tidak terprovokasi dengan hal apapun yang pada akhirnya membuat citra negatif dan menyudutkan TNI, seperti contohnya kegiatan kampanye massa dengan motor berknalpot brong yang menggeber-geber di depan komplek TNI.
Pihaknya menyampaikan kepada prajurit agar tidak terpancing emosi jika hal tersebut terjadi di wilayah Kodam IX/Udayana.
Baca juga: 17 Warga Kasepekang Diperbolehkan Mencoblos, TPS Banjar Sental Kangin Akan Diawasi Ketat Kepolisian
"Jika ingin mencegah atau menegur mereka agar memperhatikan caranya, lakukan dengan cara yang humanis dan hindari terjadinya kontak fisik. Silahkan diusir dengan cara yang humanis, jangan juga dibiarkan mereka menggeber-geber di depan markas TNI. Kita jangan terbawa emosi. Koordinasikan dengan pihak Kepolisian," perintah Pangdam.
Selanjutnya, Pangdam menyampaikan pesan dari Panglima TNI dan Kasad, agar setiap individu Prajurit harus membuat citra positif dan menjaga nama baik TNI.
Diakui Pangdam, bahwa Kodam IX/Udayana dan jajaran telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial dengan masyarakat yang meningkatkan citra positif TNI, seperti pembersihan pasar, sungai, pantai dan menanam pohon.
Hal itu merupakan tugas TNI dalam pengabdian kepada masyarakat.
Pangdam juga berpesan agar seluruh jajaran Kodam IX/Udayana dapat menggaungkan Pemilu Damai, sebab TNI sebagai Patriot penjaga keutuhan negara ini harus dapat mengawal demokrasi Indonesia demi menjaga stabilitas politik, keamanan dan ketertiban.
Sinergi yang erat antara TNI, pemerintah dan lembaga terkait juga merupakan kunci untuk membangun dan memelihara postur pertahanan yang tangguh, kuat dan efektif demi melindungi Negara dan masyarakat dari berbagai ancaman.
"Mudah-mudahan kita semua selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam melaksanakan tugas kita, serta tentunya kita selalu berdoa agar Pesta Demokrasi yang sedang dan akan berlangsung ini bisa berjalan dengan tertib, aman dan damai, yang nantinya akan melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang pastinya dapat memajukan dan membangun bangsa dan negara ini," pungkas Pangdam Udayana. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.