Berita Denpasar

Sebanyak 9 Ibu-ibu Persit Kodam IX/Udayana Ikut Nyaleg, Ini Kata Pangdam

Sebanyak 9 Ibu-ibu Persit Kodam IX/Udayana Ikut Nyaleg, Ini Kata Pangdam

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Fenty Lilian Ariani
Istimewa
Pangdam IX/Udayana - Mayjen TNI Harfendi, SIP MSc 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 9 orang istri TNI (Persit) anggota Kodam IX/Udayana ikut terjun dalam ajang kontestasi politik untuk menjadi Calon Legislatif atau Nyaleg. 

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Harfendi, SIP MSc menjelaskan hal tersebut tidak melanggar unsur netralitas TNI dengan catatan sang suami yang menjadi anggota TNI tidak terlibat membantu dalam kegiatan sang istri sebagai caleg. 

Majunya ibu-ibu Persit ini sudah mendapatkan izin dari Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, namun dalam bersosialisasi atau berkampanye dipastikan tidak melibatkan suaminya yang anggota TNI maupun memanfaatkan fasilitas TNI. 

Sebagaimana disampaikan Pangdam IX/Udayana saat dijumpai Tribun Bali, usai apel Kesiapsiagaan Pemilu di  Lapangan I  Gusti  Ngurah Rai, Asrama Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar, Bali, pada Rabu  17 Januari 2024

"Ada 9 ibu-ibu Persit nyaleg di tingkat kabupaten seizin Bapak Kasad sudah ajukan surat, Bapak Kasad menyetuji, di sini anggota walaupun istri maju saat sosialisasi di daerah pemilihan, tidak boleh ikut-ikutan," tegasnya

Pangdam menegaskan, meski ada istri atau  keluarga yang maju dalam kontestasi politi, Prajurit TNI tidak boleh membantu dalam bentuk apapun sebab netralitas sudah ditekankan setiap tahapan Pemilu, bahkan tertuang dalam buku saku. 

"TNI tidak boleh memihak, bersikap mendukung, membantu, memanfaatkan fasilitas TNI untuk mendukung salah satu calon baik Pilpres, Pileg maupun Pemilukada, saya tegaskan tidak ada bantuan sekecil apapun," ujarnya. 

"Pimpinan merasa perlu ini ditekankan kembali, karena ini sangat sensitif, kalau ada istrinya yang mau nyaleg, agar jangan menggunakan atribut partai, baju partai, mobil partai, saat pulang ke rumah komplek atau asrama, harus bisa membedakan," sambungnya.

Kepada Babinsa yang bertugas di setiap wilayah binaan, Pangdam juga mengingatkan untuk berhati-hati agar tidak di-framing negatif  orang yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan tertentu seperti mendiskreditkan TNI. 

Baca juga: Cipta Kondisi Jelang Pemilu 2024 Patroli Tiga Pilar Sambangi Kantor KPUD Gianyar


"Kepada Babinsa di wilayah binaannya juga agar berhati-hati dalam bertindak, jika ada kampanye agar tidak terlibat terlalu dekat meskipun maksudnya hanya untuk pengamanan, salah posisi, salah tempat saat kampanye, bisa difoto diviralkan Babinsa mendukung partai A, partai B, partai C, ini supaya kita betul betul pahami ini ditekankan kepada jajaran praurit keluarga supaya betul betul hati-hati" tegas Pangdam. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved