Kebakaran di Karangasem

Rumah dan Dapur Milik Mujana Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta

Rumah dan Dapur Milik Mujana Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
Saiful Rohim
Kondisi rumah dan warung Dewa Made Mujana di Lingkungan Kerta Sari, Kel. Padang Kerta, Kec. Karangasem yang hangus terbakar, Minggu (21/1) pagi hari. Tidak ada korban jiwa 

AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Rumah dan warung Dewa Made Muja di Lingkungan Kerta Sari, Kel. Padang Kerta, Kec. Karangasem hangus terbakar, Minggu (21/1) pagi hari.

Tidak ada korban jiwa. Pemilik bangunan hanya alami kerugian ratusan juta lantaran barang berharga tidak terselamatkan dari kobaran jago merah.

Nyoman Kukuh, warga Kerta Sari, menceritakan, bangunannya terbakar sekitar pukul 09.00 wita. Awalnya warga sebelah mencium bau seperti ada kebakaran.

Beberapa menit kemudian asap muncul dari  rumah yang berada di pinggir jalan. Kemudian warga  teriak minta bantuan untuk pemadaman kobaran api.

"Warga sekitar panik saat kebakaran. Sedangkan pemilik rumah tidak ad di rumah. Mereka keluar. Krama langsung  berdatangan ke lokasi setelah mendengar  suara kulkul. Warga  memadamkan  memakai  alat  seadanya. Kendaraan yang di parkir disamping diangkat warga, agar tak hangus terbakar,"kata Nyoman Kukuh. 

Ditambahkan, warga sekitar kaget mendengar suara ledakan gas elpiji yang ada di warung.

Beberapa menit kemudian, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kab. Karangasem menuju lokasi untuk memadamkan api.

Proses pemadaman serta pendinginan berjalan lama dikarenakan kobaran api cukup besar.

Kanit Reskrim Polsek Kab. Karangasem, IPTU Ida Bagus Purwata Manuaba, mengatakan, pemilik rumah keluar.

Baca juga: Ratusan Guru Non-ASN Belum Terakomodir Jadi ASN, Diharapkan Bisa Masuk di Seleksi Tahun Ini

Sebelum kejadian, pemilik sempat melaksanakan persembahyangan di rumah serta  warungnya  yang  kebetulan  seatap. Setelah sembahyang pemilik rumah keluar,  sedangkan dupa tak  dimatikan pemilik.

"Kemungkinan  dupa mengenai barang yang mudah terbakar, dan menyebabkan kebakaran. Apalagi di warung ada tabung gas, sehingga mudah terbakar. Masyarakatnya sempat dengar suara ledakan gas dari dalam bangunan,"imbuh Ida Bagus Perwira Manuaba.

Akibat kejadian ini, pemilik bangunan mengalami kerugian sekitar 200 juta.

Barang dagangan, & peralatan berharga hangus terbakar.

Seperti  kulkas, TV, serta  peralatan lainnya. Atap rumah bangunan tak terselamatkan, roboh.

Genteng pecah. Peralatan dapur, uang, dan administrasi yang lainnya terbakar, tidak terselamatkan. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved