TKI Asal Bali Meninggal di Jepang
Ida Bagus Subali, TKI asal Bali yang Bekerja di Jepang Meninggal Dunia, Tinggalkan 3 Orang Anak
Salah seorang TKI asal Bal yang bekerja di Jepang yang bernama Ida Bagus Subali dikabarkan meninggal dunia.
Penulis: Putu Supartika | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kabar duka datang dari Tenga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.
Salah seorang TKI asal Bali yang bekerja di Jepang yang bernama Ida Bagus Subali dikabarkan meninggal dunia.
Ida Bagus Subali meninggal pada Senin, 22 Januari 2023 sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Saat ini, jenazah tengah dititipkan di salah satu rumah sakit yang berada di Tokyo Jepang.
Ketua Umum Puskor Hindunesia, Ida Bagus Ketut Susena mengatakan semeton Bali yang berpulang tersebut masih kerabatnya.
"Beliau misan (sepupu) saya. Dan kami dari Puskor Hindunesia bersama elemen lainnya tengah berupaya memulangkan jenazah beliau," katanya saat dihubungi Selasa, 23 Januari 2023.
Baca juga: BREAKING NEWS: TKI Asal Bali Meninggal di Jepang, Puskor Hindunesia Ikut Upayakan Pemulangan Jenazah
Pihaknya mengaku telah bersurat ke Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo, juga ditembuskan ke Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali.
Dalam proses pemulangan ini Puskor Hindunesia juga bekerjasama dengan krama banjar di Tokyo, hingga asosiasi warga Bali yang ada di Jepang.
Jenazahnya pun sudah divisum dan diotopsi oleh pihak terkait di Jepang.
Selanjutnya akan dilakukan investigasi untuk mengklarifikasi kematiannya.
Sudah 3 Tahun Bekerja di Jepang
Lebih lanjut, ia menambahkan jika Ida Bagus Subali telah berangkat ke Jepang sejak Januari 2020 lewat jalur resmi.
Kemudian sempat bekerja di Jepang dengan sistem kontrak.
Namun dikarenakan pandemi, ia tak bekerja lagi dan kemudian sakit.
Dalam kondisi sakit, ia kemudian bekerja serabutan di Jepang.
"Karena pandemi beliau keluar dari kontrak pekerjaannya. Kemudian mencari pekerjaan serabutan termasuk dalam bidang pertanian dan perkebunan. Juga tinggal berpindah-pindah," katanya.
Susena menambahkan, yang bersangkutan aslinya berasal dari Jembrana.
Kemudian besar di Lombok bersama orang tuanya yang menjadi tentara.
Setelah itu kembali merantau ke Bali dan bekerja dalam bidang perhotelan.
Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Sistem Proteksi TKI di Kemnaker 2012, KPK Geledah Rumah di Mengwi Badung Bali
Selain itu, juga sempat bekerja ke Australia.
Sebelum berangkat ke Jepang, menurut Susena, yang bersangkutan tinggal di wilayah Tuban, Badung.
"Sudah berkeluarga dan punya tiga anak yang masih sekolah," imbuhnya.
Susena secara pribadi maupun melalui Puskor Hindunesia berharap agar jenazah bisa dipulangkan tanpa dikenakan biaya apapun.
"Kami berharap, agar pemerintah bertanggungjawab terhadap warganya di luar negeri. Jadi setiap warga negara berhak mendapat perlindungan, tidak ada alasan tidak bisa memulangkan termasuk mendukung pembiayaan. Apalagi dia adalah pahlawan devisa, mendapatkan devisa untuk negara," katanya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.