TPA Sente Kebakaran
Kabut Asap Kebakaran TPA Sente Sampai ke Rumah Warga, Wayan Kardiani Akan Mengungsi ke Rumah Kerabat
Kabut Asap Kebakaran TPA Sente Sampai ke Rumah Warga, Wayan Kardiani Akan Mengungsi ke Rumah Kerabat
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
SEMARAPURA,TRIBUN-BALI.COM - Ni Wayan Kardiani (45), warga di Banjar Pasekan, Desa Dawan Kaler meminta putrinya yang masih anak-anak untuk bergegas memakai masker, Selasa (23/1/2024).
Saat itu kediamannya yang berlokasi di selatan TPA Sente, sudah diselimuti kabut asap pekat.
Ia pun bersama putrinya dan mertuanya, Ni Wayan Suarti (75) untuk mengungsi sementara, karena asap kebakaran TPA Sente sudah sampai ke kediamannya.
"Ini kedua kalinya asap kebakaran TPA Sente sampai di rumah kami. Dulu saat anak saya masih balita, kebakaran di TPA (Sente) juga asapnya sampai ke rumah," ungkap Kardiani, Selasa (23/1/2024).
Petugas dari BPBD Klungkung, TNI/Polri, hingga aparat desa sempat mendatangi rumahnya dan memintanya untuk mengungsi sementara.
Jika kabut asap dari kebakaran tidak kunjung hilang, ia berencana akan mengungsi ke rumah kerabatnya. Terlebih mertuanya meruapakan lansia, yang sudah dalam keadaan sakit.
"Mertua daya diabetes, sudah rutin cuci darah. Kasian juga kalau hirup asap dari kebakaran sampah," ungkap dia.
Petugas BPBD Klungkung, TNI/Polri, aparat desa, hingga petugas kesehatan telah sempat menyambangi satu per satu rumah warga terdampak kabut asap kebakaran TPA Sente.
Mereka merupakan warga Banjar Pasekan, Desa Dawan Kaler.
Baca juga: Angin Kencang Jadi Kendala Pemadaman Kebakaran di TPA Sente, Hingga Sore Api Belum Padam
"Ada 6KK dengan jumlah 21 warga, yang kediaman mereka terdampak asap dari kebakaran TPA," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada, Selasa (23/1/2024).
Warga tersebut lalu diminta mengungsi sementara dari rumah mereka, yang diselimuti asap kebakaran sampah.
Terkebih beberapa warga merupakan balita dan lansia yang sangat rentan kondisi kesehatannya terganggu karena asap.
"Edukasi tadi sudah dilakukan ke warga. Tadi tentu kami berikan masker, namun jika nanti asap kebakaran semakin pekat ke pemukiman warga ini, kami sudah minta warga untuk mengungsi sementara ke rumah kerabat mereka yang aman dari asap," ungkap Widiada.
Menurut Widiada, asap dari kebakaran sampah ini tentu sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama untuk pernafasan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.