TPA Sente Kebakaran
Hujan Belum Mampu Padamkan Kebakaran di TPA Sente
Hujan deras yang mengguyur di wilayah Kecamatan Dawan, Kamis (25/1/2024) sore, ternyata belum mampu memadamkan kebakaran
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
SEMARAPURA,TRIBUN-BALI.COM - Hujan deras yang mengguyur di wilayah Kecamatan Dawan, Kamis (25/1/2024) sore, ternyata belum mampu memadamkan kebakaran di TPA Sente. Jumat (26/1/2024) titik api dan kabut asap masih terjadi di TPA Sente.
Bahkan armada damkar masih lalu lalang untuk memadamkan api.
"Sampai saat ini masih terbakar, asapnya tambah pekat. Itu sekarang sampah di sisi selatan, sudah terbakar semua," ujar seorang warga setempat, Wayan Karnata, Jumat (26/1/2024).
Beberapa armada damkar, sejak pagi sudah mengguyur TPA Sente dengan air.

Petugas hanya bisa menyemprotkan air dari tembok di sisi selatan.
Petugas memilih tidak naik ke gunungan sampah, karena sangat beresiko.
Apalagi diperkirakan masih ada titik api di dalam tumpukan sampah.
"Coba saja ke sisi utara, sampai ke bawah sampah sudah terbakar. Kalau terbakar sebenernya bagus, sampahnya jadi berkurang. Tapi asapnya ini yang sangat mengganggu," ungkap Karnata.
Sementara berdasarkan pantauan Jumat (26/1/2024) pagi, kabut asap dari TPA Sente mengarah ke arah utara maupun ke selatan.
Baca juga: Pohon Tumbang di Desa Songan Bangli, Timpa Kabel PLN hingga Ganggu Lalu Lintas
Beberapa lokasi seperti wilayah Dusun Glogor di Desa Pikat, tampak kabut asap sudah agak menipis.
Sehingga siswa di SD N 3 Pikat, Jumat (26/1/2024) tampak masih bersekolah seperti biasa.
Beberapa siswa juga telah tidak menggunakan masker, saat bermain di halaman sekolah.
Padahal sekolah ini berjarak kurang dari 1 kilometer dari TPA Sente.
Baca juga: Siswa Terganggu Asap Saat Belajar, Kabut Asap Kebakaran TPA Sente Sampai ke SDN 3 Pikat
Padahal pada Rabu (24/1/2024) lalu, kabut asap dari kebakaran di TPA Sente sempat sampai ke sekolah, sehingga siswa harus menggunakan masker saat belajar.
"Jadi asap dari kebakaran TPA Sente ini tergantung arah angin. Kadang asapnya sampai ke sekolah, kadang juga hilang asapnya," ujar Kepala Sekolah SD N 3 Pikat, I Made Candi Wiasa.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.