Sampah di Bali
MESIN Olah Sampah Berbasis Pirolisis di Klungkung, Ditarget Ujicoba Awal Mei 2026 Ini
Mesin berbasis pirolisis tersebut, ditargetkan mulai diujicoba pada awal Mei mendatang.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Dua truk kontainer yang membawa mesin olah sampah, telah tiba di TOSS (tempat olah sampah setempat) centre di Dusun Karangadadi, Desa Kusamba, Kamis (23/4/2026). Mesin berbasis pirolisis tersebut, ditargetkan mulai diujicoba pada awal Mei mendatang.
Sejak pagi sejumlah petugas, sudah melakukan pembersihan Gedung B di TOSS Centre. Bahkan armada damkar dikerahkan, untuk memastikan gedung benar-benar bersih, sebelum dijadikan tempat untuk meletakan mesin.
Setelah dipastikan bersih, sebanyak 2 kontainer diarahkan masuk ke TOSS Centre. Sementara 5 truk kontainer lainnya masih menunggu giliran masuk ke TOSS Centre.
Baca juga: TOLAK Autopsi Korban Meninggal Dunia di Pantai Gau Murni, Keluarga Ikhlaskan Kepergian Gifar
Baca juga: TABRAK Lari di Jalur Tengkorak Tewaskan Siswa SMA, Polisi Kejar Pengendara Mobil yang Kabur!
"Sementara 2 kontainer dulu yang masuk, karena mengeluarkan mesinnya juga membutuhkan alat berat. Semuanya masih berproses," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, Dewa Komang Aswin saat ditemui di TOSS Centre.
Ia mengatakan, mesin olah sampah ini akan dikirim dua tahap. Tahap pertama merupakan pengiriman komponen mesin utama, yang nantinya dirakit menjadi 3 unit mesin. Sementara untuk selanjutnya akan dikirim generator dan perlengkapan lainnya.
"Informasinya 3 minggu lagi dilakukan pengiriman tahap kedua, terdiri dari generator san perlengkapan lainnya," ungkapnya.
Mesin olah sampah berbasis pirolisis tersebut, didatangkan atas kerjasama Pemkab Klungkung dengan pihak ketiga, yakni PT Bali Bersih Bersinar. Teknologi mesin tersebut didatangkan dari New Zealand dan dimanufaktur di Tiongkok.
Direktur PT Bali Bersih Bersinar, Gde Kurniawan mengatakan, dengan mesin pirolisis tersebut sampah diolah menjadi pirolisis oil, black karbon dan serat baja.
Kerjasama ini bermula dari audensi pihaknya dengan Dinas LHP Pemprov Bali. Lalu dipilih agar pengolahan sampah dengan metode pirolisis tersebut, diujicoba di Klungkung. Mengingat Klungkung telah memiliki infrastruktur pengolahan sampah representatif yakni di TOSS Centre.
"Ada tiga tempat yang direkomendasikan ke kami, ada di Nusa Penida, Nusa Lembonan dam di TOSS Centre ini. Setelah kami survei, kami putuskan disini," ujar Gde Kurniawan.
Menurutnya mesin tersebut setelah diletakan di Gedung C TOSS Centre, langsung dirakit oleh teknisi yang juga didatangkan dari New Zealand. Mesin tersebut berkapasitas 8 ton per siklus. Untuk sekali siklus sekitar 8 jam.
Menurunya mesin yang didatangkan di Klungkung, merupakan mesin pirolisis berkapasitas besar pertama yang akan beroperasi di Indonesia. Sebelumnya mesin seperti ini telah beroperasi di Vietnam, Flipina dan Hongkong.
"Pada prinsipnya kami berharap ini bisa menjadi percontohan, dan bagaimana Klungkung bebas dari sampah," jelasnya. (mit)
| Kini Desa Adat di Badung Wajib Punya Pararem Sampah, Kadisbud: Kalau Tidak, BKK-nya Ditunda |
|
|---|
| TPS3R Seminyak Bisa Menjadi Contoh Kolaborasi Swasta dan Pemerintah Untuk Penanganan Sampah Pesisir! |
|
|---|
| Kunjungan ke Denpasar Bali, Menteri LH Jumhur Hidayat: Pemerintah Tidak Berbisnis dari Sampah |
|
|---|
| Menteri LH Sebut 71 Persen Warga di Bali Sudah Pilah Sampah |
|
|---|
| Kunjungi TPST dan TPA Suwung Bali, Menteri LH: TPA Nggak Ditutup, Open Dumping yang Tidak Boleh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Truk-kontainer-yang-membawa-mesin-olah-sampah-tiba-di-TOSS-tempat-olah-sampah-setempat.jpg)