Harga Beras di Bali

Sekda Gianyar Prediksi Kenaikan Harga Beras Tak Bertahan Lama

Sekda Gianyar Prediksi Kenaikan Harga Beras Tak Bertahan Lama, sentuh angka Rp 16 Ribu per kilogram

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN BALI/ Wayan Eri Gunarta
Suasana jual beli di pedagang sembako di Pasar Rakyat Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu 28 Januari 2024. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sekda Gianyar, I Dewa Alit Mudiarta menyebutkan, kenaikan harga beras di Kabupaten Gianyar, Bali bisa berdampak pada melemahnya mata uang di Gianyar. Sebab sejumlah komoditi juga mengalami kenaikan. Namun kondisi tersebut hanya akan terjadi jika kenaikan ini berlangsung secara terus meneruh ini hinggaa durasi yang lama.


Sementara, Dewa Alit memprediksi kenaikan harga beras tidak akan berlangsung lama. "Mahalnya beras ini karena kondisi cuaca, dan habisnya masa panen. Nanti setelah pasokan beras meningkat lagi, pasti harganya turun. Saya prediksi itu tidak akan lama lagi," ujar pejabat asal Kecamatan Tegalalang itu, Minggu 28 Januari 2024.


Dalam hal ini, pihaknya telah menugaskan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk terus memantau harga-harga komkditi di pasar. Menurut Alit, saat ini kenaikan harga masih dalam batas wajar. "Tiap minggu kita koordinasi dengan pemerintah pusat dalam mengantisipasi infrasi, dan Disperindag juga kita tugaskan untuk terus memantau harga, sejauh ini kenaikan masih dalam batas kewajaran, karena stok beras di produsen memang lagi sedikit," ujarnya.


Berdasarkan data diterima Tribun Bali, Disperindag Gianyar menetapkan harga eceran tertinggi (Het) untuk beras premiun sebesar Rp 13.900 per Kg untuk segala merk. Dan, nilai jualnya saat ini telah menyentuh Rp 16 ribu per Kg. Sementara harga beras lokal (Tabanan dan Gianyar) tidak ditetapkan Het-nya, dan kini dijual Rp 15 ribu per Kg.


Kenaikan harga beras ini juga berpengaruh terhadap harga gula, dimana Het-nya ditetapkan Rp 13.500 per Kg, kini dijual Rp 17 ribu per Kg. Harga tersebut berlaku untuk gula lokal maupun premium. 


Kepala Disperindag Gianyar, Luh Gede Eka Suari membenarkan hal tersebut. Kata dia, sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), pihaknya hanya melakukan survei harga. Sementara untuk persoalan kenaikan tersebut akibat stok maupun cuaca, hal tersebut merupakan ranah Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan Gianyar. 


"Disperindag (melihat) dari sisi harga, untuk penyebabnya kami koordinasi dengan dinas tarkait. Dalam menekan harga, kita bisa lakukan dengan menggelar pasar murah bekerjasama dengan Bullog, dan hal tersebut saat ini sedang kita pertimbangkan. Kemungkinan menjelang Hari Raya Galungan ini," ujar Eka. 


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Gianyar, Anak Agung Putriari mengatakan, terkait beras lokal yang ikut mengalami kenaikan hal tersebut murni berada di tangan petani. Kata dia, petani Gianyar saat ini relatif pilih-pilih saat menjual berasnya. Mereka hanya akan menjual pada pembeli yang menawar dengan harga tinggi.


"Stok beras kita cukup bagus. Karena saat masa panen, sebagian besar hasilnya bagus. Terkait harga jual beras, itu murni di tangan petani. Mereka biasanya menjualnya tidak sembarangan, siapa yang mau bayar mahal, itu yang dikasi," ujarnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved