Berita Bali
DKLH Bali Prediksi Musim Hujan di Bali Sampai Maret 2024
Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali memprediksi musim hujan di Bali akan berlangsung hingga Bulan Maret 2024 mendatang.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali memprediksi musim hujan di Bali akan berlangsung hingga Bulan Maret 2024 mendatang.
Meningkatnya curah hujan ini, tentunya akan membawa masalah baru, salah satunya sampah.
Baca juga: Cegah Sampah Masuk ke Kawasan Pariwisata, BHA dan Sungai Watch Pasang Jaring Sampah di Sungai Ayung
Kepala DLHK Provinsi Bali, I Made Teja mengarahkan untuk wilayah desa agar melakukan antisipasi hingga ke tingkat rumah tangga.
“Pengalaman saya, begitu kalau Februari hujan, sampah akan cukup banyak. Tafsiran saya mundur ini sampai Maret ada masalah,” katanya saat diwawancara di Kantor Gubernur, Denpasar, Senin 29 Januari 2024.
Baca juga: Tarif Retribusi Sampah Rumah Tangga di Buleleng Naik Jadi Rp 7.500 Per Bulan
Lebih lanjut ia mengatakan antisipasi salah satunya terkait pohon tumbang.
Pihaknya menyampaikan, telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengambil langkah percepatan.
Begitu juga membentuk tim antisipasi.
Baca juga: Kebakaran Meluas, Api Kepung TPA Sente Klungkung, Sekitar 75 Persen Sampah Terbakar
Sementara untuk penanganan bencana sudah berkoordinasi dengan OPD terkait.
Seperti sarana-sarana peralatan berat yang sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Koordinasi dan antisipasi ini dikatakannya sudah berlangsung sejak Desember 2023 lalu.
Sementara terkait kejadian hujan lebat dua hari lalu, menurut Made Teja, awal Januari sudah dilakukan pembersihan got-got oleh tim di PUPR.
Baca juga: Warga Dapati Sampah Organik Bercampur Sampah Plastik, Tokoh Masyarakat : Tutup Permanen TPA Sente
Tetapi, diakuinya, tak dapat dipungkiri hujan lebat dua hari lalu cukup berdampak lantaran sungai dan got-got tertutup sampah.
“Di laporan kebencanaan ke saya tidak begitu banyak ya, masih bisa ditangani mungkin PUPR melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota beberapa titik saja sudah dilakukan pembersihan diangkut sampahnya."
"Yang di daerah Bali Selatan saja kemarin hujannya lebat. Di hilirnya sudah dilakukan, mereka juga sudah melakukan gerakan bersih-bersih dengan Pak Gubernur (tempo hari),” jelasnya. (*)
Selanjutnya, ungkap dia, antisipasi akan tetap dilakukan percepatan dan pemantauan di lapangan, khususnya di bulan Februari mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-DKLH-Bali-I-Made-Teja-saat-ditemui-di-Kantor-Gubernur-Senin-29-Januari-2024.jpg)