Imlek 2024
Dua Shio Diramalkan Ciong Besar Tahun Ini, Warga Keturunan Tionghoa Akan Gelar Tradisi Ci Swak
Tahun baru Imlek 2575 merupakan tahun Shio Naga Kayu. Berdasarkan horoskop Tionghoa, ada beberapa shio yang diramal mengalami kesialan di tahun ini.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Tahun baru Imlek 2575 merupakan tahun Shio Naga Kayu.
Berdasarkan horoskop Tionghoa, ada beberapa shio yang diramal mengalami kesialan di tahun ini.
Sebagai upaya untuk menolak bala, warga keturunan Tionghoa di Buleleng akan melaksanakan tradisi Ci Swak.
Baca juga: Dialog Budaya Imlek Bersama 2574, Bedah Akulturasi Budaya Tionghoa & Bali yang Berusia Ribuan Tahun
Humas TITD Ling Gwan Kiong Singaraja Gunadi Yetial ditemui Jumat (9/2) mengatakan, ritual Ci Swak akan dilaksanakan di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Seng Hong Bio, yang terletak di sebelah timur Eks Pelabuhan Buleleng.
Ci Swak dilaksanakan saat Cap Gomeh atau pada Sabtu (24/2/2024) mendatang.
Gunadi menyebut pada tahun shio naga kayu ini ada empat shio yang diperkirakan akan mengalami kesialan atau ciong.
Baca juga: Orderan Kue Teratai Shian Tou Meningkat Jelang Imlek 2024 di Bali
Yakni Shio Naga dan Anjing yang berdasarkan ramalan akan mengalami ciong besar.
Serta shio kerbau dan kambing yang diramal akan mengalami ciong kecil.
Warga keturunan Tionghoa yang meyakini ramalan tersebut, biasanya memutuskan untuk menjalani ritual Ci Swak atau tolak bala.
Baca juga: 100 Ucapan Selamat Tahun Baru IMLEK: Semoga Sukses dan Beruntung di Tahun Naga Kayu 2024
Dalam ritual itu, mereka akan mengikuti persembahyangan yang dipimpin oleh rohaniwan.
Selain itu, mereka juga memotong sedikit rambutnya lalu dimasukan ke dalam amplop berwarna merah.
Di dalam amplop tersebut juga tertera nama lengkap, tanggal lahir dan shio masing-masing, untuk kemudian dimohonkan kepada dewa, agar pemilik amplop dapat diberi perlindungan pada tahun ini.
Baca juga: Kunjungan Wisatawan Ke Desa Penglipuran Diprediksi Mencapai 5000 Orang Saat Hari Raya Imlek
"Dalam Tri Dharma, ciong itu bukan berarti jelek. Jalannya hanya diperkirakan tahun ini berliku. Jadi melalui tradisi Ci Swak ini mereka yang ciong memohon agar diberi keselamatan dan perlindungan oleh Tuhan."
"Biasanya Ci Swak juga biasanya dilaksanakan dengan melepas hewan, tapi yang lepas hewan itu semakin sedikit. Biasanya mereka cukup sembahyang saja," jelas Gunadi.
Hingga Jumat (9/2) tercatat baru 12 warga yang mendaftar untuk mengikuti Ci Swak. Jumlahnya diperkirakan akan meningkat sehari sebelum tradisi itu dilaksanakan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.