Pemilu 2024
RSD Mangusada Siapkan Ruangan Khusus Untuk Caleg Gagal dan Stres Pada Pemilu 2024
RSD Mangusada Siapkan Ruangan Khusus Untuk Caleg Gagal dan Stres Pada Pemilu 2024
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Kabupaten Badung siap menampung Calon Legislatif (Caleg) yang stres karena gagal pada pemilu 2024.
Bahkan Rumah Sakit plat merah itu pun menyiqpkan ruangan khusus untuk para Caleg gagal.
Dirut RSD Mangusada, dr ketut Darta yang ditemui Senin 12 Februari 2024 mengatakan jika pihaknya tetap mempersiapkan ruangan untuk caleg yang stres karena gagal pada pemilu 2024.
"Kita memang menyiapkan ruang khusus (untuk caleg) dan ini merupakan arahan dari pemerintah pusat," kata dr. Darta.
Seperti diketahui, di Kabupaten Badung sendiri terdapat 381 Caleg untuk merebut kursi DPRD Badung. Jumlah itu pun belum termasuk Calon DPRD Provinsi, DPD maupun DPR RI yang berasal dari Badung.
Caleg-caleg yang gagal ini pun berpotensi untuk mengalami gangguan kesehatan mulai dari depresi hingga stres tinggi.
Namun dari pengalaman pemilu-pemilu sebelum, kata dr Wayan Darta, tidak banyak yang melakukan konsultasi ke rumah sakit.
Hanya saja ia tidak memungkiri kemungkinan hal itu bisa terjadi.
"Dari sebelum-sebelumnya sih jarang. mungkin di rumah dia, karena malu," kata dr. Darta.
Baca juga: Logistik Pemilu Mulai Didistribusikan, Kerahkan 5 Armada Angkut Logistik Luar Kotak Suara
Disinggung mengenai ruang khusus yang disiapkan, dr Darta mengaku RSD Mangusada menyiapkan dua kelas untuk konsultasi para caleg yang stres.
Bahkan pihaknya juga menyediakan 20-30 tempat tidur, dan jika kurang kemungkinan akan ditambah.
"Nanti ada dua kelas yang kita siapkan. Kelas 1 kita siapkan 20-30 bed ada juga di kelas VIP, kita juga disesuaikan dengan jaminan yang dimilikinya," imbuhnya.
RSU Negara juga menyediakan Poliklinik Jiwa serta ruang rawat inap pasien gangguan jiwa. Selain penanganan orang dengan gangguan jiwa secara umum, layanan ini juga dipersiapkan untuk pasien atau caleg yang gagal terpilih pada Pemilu 2024.
Menurut Psikiater Poliklinik Jiwa RSU Negara, dr Tri Oktrin Windha kasus gangguan jiwa di Gumi Makepung ini cukup tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, sedikitnya sudah ada 500an orang atau rata-rata 10 orang per bulan yang memanfaatkan layanan ini. Layanan ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi warga yang mengalami masalah kesehatan mental.
"Selain poliklinik, saat ini juga sudah ada fasilitas rawat inap untuk warga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa," ungkap dr Windha.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.