Populer Bali

Viral Bali: Kasus Pemukulan Saksi di TPS 5 Tegal Mawar Berakhir Damai, KPU Jadwalkan PSU di TPS Ini

Sorotan berita viral Bali pertama masih soal kelanjutan kasus pemukulan saksi di TPS 5 Tegal Mawar, Buleleng, yang berakhir damai.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ady Sucipto
Istimewa
Aparat mendatangi TPS 5 Lingkungan Tegal Mawar, pasca terjadinya kasus pemukulan yang dialami seorang saksi dari salah satu partai bernama Komang Budi Adnyana. Belakangan kasus itu berujung damai 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Berikut berita viral Bali yang dihimpun redaksi Tribun Bali sepanjang 24 jam terakhir.

Sorotan berita viral Bali pertama masih soal kelanjutan kasus pemukulan saksi di TPS 5 Tegal Mawar, Buleleng, yang berakhir damai.

Kemudian berikutnya, KPU Bali direncanakan akan menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Buleleng.

Simak berita selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Berita Viral Bali: Sosok Bombom di Mata Sahabat dan Kesedihan Mendalam Istri, Perayaan Imlek di Bali

Kasus pemukulan yang menimpa Komang Budi Adnyana, saksi dari salah satu di TPS 5 Lingkungan Tegal Mawar, Kelurahan Banjar Bali, Kecamatan Buleleng berujung damai.

Antara korban dan pelaku berinisial KW telah sepakat untuk menyelesaikan kejadian tersebut secara kekeluargaan.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika, Kamis (15/2) mengatakan, kedua belah pihak sudah menandatangani surat pernyataan untuk menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

Pelaku juga sudah berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya. "Sudah berdamai. Itu karena kesalahpahaman saja.

Korban sempat menegur pelaku sehingga terjadi cekcok," katanya.

Kendati kasus itu telah diselesaikan secara kekeluargaan, namun adanya dugaan KW telah mencoblos 40 surat suara di TPS itu hingga saat ini masih misterius.

Baca juga: Berita Viral Bali: WNA Rusia Ditangkap di Bali, TNI Gadungan Sebar Foto Bugil Pacar asal Jembrana

Belum diketahui surat suara apa yang dicoblos oleh KW saat petugas di TPS tengah istirahat makan siang.

Ketua Bawaslu Buleleng, Kadek Carna Wirata mengaku pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan atau informasi pasti mengenai peristiwa yang terjadi di TPS 5 Lingkungan Tegal Mawar.

Bahkan Pengawas TPS yang bertugas saat kejadian belum menemukan fakta-fakta yang mengarah ke pelanggaran Pemilu.

Mengingat saat kejadian, seluruh petugas berada di luar TPS, tengah istirahat pasca pemungutan suara.

"Isunya ada masalah tegur menegur masalah mencoblos puluhan surat suara. Tapi belum terkonfirmasi dengan jelas, karena belum ada bukti dan laporan yang masuk ke kami," jelasnya.

Carna mengaku akan segera membentuk tim untuk melakukan penelusuran terkait kasus tersebut.

Jika dari hasil penelusuran, membenarkan adanya kecurangan yang dilakukan oleh KW, maka dapat dijadikan acuan oleh KPU Buleleng untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS tersebut.

"Kami akan telusuri peristiwa di TPS itu," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Komang Budi Adnyana, saksi dari salah satu partai di TPS 5 Lingkungan Tegal Mawar, Kelurahan Banjar Bali, Kecamatan Buleleng dihajar KW, seorang simpatisan dari salah satu pasangan capres, Rabu (14/2).

Korban dianiaya diduga lantaran memergoki pelaku tengah mencoblos 40 surat suara di TPS tersebut.

Menurut informasi di lapangan, seluruh petugas di TPS itu sedang istirahat makan siang sekitar pukul 13.40 Wita.

Kemudian KW diduga memanfaatkan situasi tersebut, dengan mencoblos 40 lembar surat suara.

Perbuatan KW itu kemudian dipergoki oleh korban, dan langsung menegur pelaku.

Apesnya pelaku langsung memukul korban pada bagian wajah hingga mengalami luka gores.

Akibat dihajar oleh pelaku, korban bergegas keluar sambil memegang dahinya yang terluka, lalu melaporkan kejadian yang menimpanya itu kepada Bhabinkamtibmas yang bertugas di TPS tersebut.

Selanjutnya korban sempat dilarikan ke RS Kertha Usada untuk mendapatkan penanganan medis. (rtu)

Baca juga: Berita Viral Bali: Anggota TNI Dikeroyok di Kerobokan hingga WNA Australia Dideportasi dari Bali

Jadwal PSU di Buleleng

Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Buleleng direncanakan berlangsung, Minggu (18/2) mendatang.

Komisioner KPU Bali I Gede John Darmawan mengatakan, PSU dilakukan hari Minggu guna mencegah para pemilih tak hadir ke TPS guna melakukan pencoblosan.

“Rencananya pemungutan suara akan dilaksanakan pada 18 Februari (2024) Minggu karena tentu kita ingin mencegah pemilih tidak hadir ke TPS,” ungkapnya kepada awak media, Kamis (15/2).

KPU Bali juga telah menyiapkan 1.000 surat suara dalam rangka pelaksanaan PSU pada 2 TPS yang ada di Buleleng. 1.000 surat suara itu, kata John Darmawan, disiapkan untuk tiap jenis surat suara.

Bila kekurangan, pihaknya dapat melakukan proses pengadaan surat suara.

Sebelumnya, Proses pencoblosan anggota DPRD Buleleng di TPS 5 dan 6 Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng dihentikan sementara waktu. Ini terjadi lantaran surat suara pemilihan Anggota DPRD Buleleng tertukar.

Menurut informasi, proses pencoblosan di TPS 5 dan 6 sudah dimulai pukul 07.00 Wita.

Kedua TPS itu seharusnya mendapatkan surat suara pemilihan Anggota DPRD Buleleng dari Dapil 8 (Banjar).

Namun di tengah jalan tepatnya pukul 08.39 Wita, KPPS yang bertugas di kedua TPS itu baru menyadari bahwa surat suara yang diterima dari KPU Buleleng tertukar.

Pihaknya justru mendapatkan surat suara untuk pemilihan Anggota DPRD Buleleng dari Dapil 3 (Kubutambahan).

Apesnya khusus di TPS 5 surat suara yang tertukar itu sudah telanjur dicoblos oleh 42 orang pemilih. Sementara di TPS 6 sudah terlanjur dicoblos oleh 15 orang pemilih.

Akibat hal ini proses pemilihan Anggota DPRD Buleleng di kedua TPS itu harus dihentikan.

Sementara untuk pemilihan Presiden-Wakil Presiden, DPD, DPR RI dan DPRD Provinsi tetap dilanjutkan. (Tribun Bali/rtu/mah)

>>> Baca berita terkait <<< 

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved