Pemilu 2024
Banteng Meroket di Tabanan, Eka Nurcahyadi Raih 17 Ribu Suara, 6 New Commer PDIP akan ke Sanggulan?
Politisi asal Marga, I Putu Eka Putra Nurcahyadi berhasil meraup 17 ribu suara dalam Pileg 2024.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
Banteng Meroket di Tabanan, Eka Nurcahyadi Raih 17 Ribu Suara, 6 New Commer PDIP akan ke Sanggulan?
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Politisi asal Marga, I Putu Eka Putra Nurcahyadi berhasil meraup 17 ribu suara dalam Pileg 2024.
Hal ini berdasarkan perhitungan internal PDI Perjuangan Tabanan. Pun juga hitungan real dari tim Eka Nurcahyadi.
17 ribu suara ini, membuat nama Ketua Komisi I DPRD Tabanan itu bertengger di atas. Untuk suara DPRD Kabupaten se Bali, menjadi nomor satu.
Dikonfirmasi soal naiknya dia kembali di DPRD Kabupaten Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi mengatakan, bahwa untuk perolehan suara dari perhitungan DPC memang sudah tembus lebih dari 17 ribu.
Sedangkan dari perhitungan mandiri timnya di Marga, mendekat 17 ribu. Hanya kurang empat suara saja.
Atas perolehan itu, suaranya naik dari sebelum-sebelumnya. Di 2014 dirinya mendapat sekitar 10.020 suara, kemudian meningkat menjadi 15.172. Dan sekarang 17 ribu lebih.
Baca juga: DAFTAR Putra-Putri Pejabat Bali di Pileg 2024: Bima Nata, Gek Diah hingga 2 Anak Bupati Karangasem
“Sekarang naik. Dari sebelumnya 15.172. Sekarang juga saya sudah membagi banjar binaan ke teman yang lain. Saya hanya fokus ke 37 banjar saja,” ucapnya, Minggu 18 Februari 2024.
Eka menuturkan, bahwa yang menjadi resep dari perolehan suara tinggi adalah konsitensi. Apalagi, di kecamatan Marga dirinya juga berhasil memenangkan Ganjar-Mahfud hingga 80 dari 100 persen suara.
Konsistensi itu adalah memperjuangkan capres, sekaligus berjuang di DPR RI hingga DPRD Kabupaten.
Yakni, mendengar anak-anak muda. Kemudian, memberikan sudut pandang supaya mereka tahu akan sejarah. Tidak tergiur iming-iming dari luar. Alis masuk dalam lingkaran PDI Perjuangan.
“Jadi bagaimana kita mendekatkan diri ke anak-anak muda. Memberikan mereka sudut pandang terkait pemimpin,” ungkapnya.
Yang carannya, sambungnya, adalah memebrikan ruang kreativitas terhadap mereka. Di 37 banjar itu, dirinya membuat diskusi dan seminar. Dan ini dilakukan enam bulan sebelum pemilihan digelar. Dirinya, membina dan tidak melepas mereka. Menguatkan di tataran bawah. Penguatan adat, kepada para milenial.

“Tak terkecuali juga masuk ke ibu-ibu dan lansia. Jadi masuk ke semua lini. Hadir di forum-forum dan bisa mendengar tentang sejarah dan dirinya (ibu-ibu dan lansi). Emsoisonal itu ya saya bangun. Di 34 banjar 90 persen lebih suara yang saya dapat,” jelasnya.
Eka memgakui, bahwa tantangan pemilihan kali ini terutama ialah di anak muda. Karena secara nasional 20 persen suara ialah anak muda. Mereka itu bisa memilih partai tapi presidennya lain. Ia mensyukuri, sejak enam bulan lalu, sudah diantisipasi dengan acara diskusi.
“Akhirnya diketahui figur pemimpin harapan mereka. Karena memiliki medsos sendiri yang bisa mengakses informasi. Tapi dengan pendekatan kita, maka kita bisa memenangkan capres-cawapres kita. Jangan juga mengabaikan pemilih tradisional,” bebernya.
6 Pendantang Baru Berpotensi Melenggang ke Sanggulan
Kabupaten Tabanan tetap menjadi kandang banteng.
Selain memperoleh raihan suara Pilpres terbesar di Bali dengan 58,74 persen suara.
Untuk di DPRD Kabupaten, raihan suara PDI Perjuangan juga cukup tinggi.
Bayangkan saja, dari total 40 kursi, diprediksi 31 kursi, akan diduduki oleh Politisi Moncong Putih.
Baca juga: Pemilu 2024 Tabanan Dominan Merah & Tetap Kandang Banteng, Ini Kata Ketua DPC PDIP Komang Sanjaya
Raihan ini tentu mengembirakan di tengah dinamika politik nasional dan Bali.
Enam banteng baru atau new commer juga diprediksi akan melenggang ke “Sanggulan” atau kantor DPRD Tabanan.
Yang pertama ialah anak dari politisi senior Tabanan Nyoman Adi Wiryatama.
Yakni I Gede Made Dedy Pratama dari Dapil III (Penebel-Baturiti), yang informasinya mendapatkan sekitar 6.405 suara.

Kemudian, masih di Dapil yang sama di isi oleh dua pendatang baru yakni Ketua PAC PDIP Kecamatan Penebel I Gede Made Suarjana. Yang diprediksi mendapat 9.854 suara.
Selanjutnya ialah I Wayan Wiyarsa alias Nang Raka dengan suara 2.277 suara.
Kedatangan tiga pendatang baru di atas itu juga mempertahankan kursi yang didapat sebelumnya.
Pileg sebelumnya, PDI Perjuangan mendapat lima kursi.
Dengan tiga pendatang baru maju di 2024 ini malah menjadi enam kursi.
Di Dapil lain, ada Mantan Perbekel Sembung Gede di Dapil I (Tabanan-Kerambitan), ada I Wayan Suarjaya alias Kiul. Yang diprediksi dengan perolehan suara sementara 3.424 suara.
Kemudian, di Dapil IV (Kediri-Marga), ada dua pendatang baru yang juga melenggang ke Sanggulan.
Yakni, mantan Perbekel Pandak Gede, I Gusti Ngurah Artyasa atau yang dikenal Ngurah Boby, dengan perolehan suara sementara 4.354.
Dan terakhir adalah I Nyoman Sukadana dengan perolehan suara sementara 3.903.
Sebelumnya, Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan, Komang Gede Sanjaya mengaku, bahwa dari penghitungan di internal berdasarkan C1 dari 1.545 TPS, pihaknya mampu menambah 3 kursi.
Yang sejatinya, target pihaknya hanya dua kursi. Dan kini, melampaui dari target.
“Kita target sebelumnya menambah dua kursi. Dari 28 ya jadi 30. Tapi sekarang bisa dapat 31. Ini sudah melebihi target,” ucapnya, Sabtu 17 Februari 2024.
Sanjaya menjelaskan, untuk perkiraan kursi yang naik itu ada di Dapil I, dari sebelumnya tujuh kursi akan menjadi delapan kursi.
Baca juga: Tabanan Tetap Jadi Kandang Banteng, Enam New Commer PDIP Diprediksi Melenggang ke ‘Sanggulan’
Kemudian di Dapil II ada delapan kursi, seluruhnya tetap bertahan sesuai dengan standar.
Lalu di Dapil III yang sebelumnya dinilai lemah, ternyata hasilnya mengejutkan.
Awalnya kursi dikuasi 5 PDIP, dan sekarang naik satu kursi menjadi 6.
Dan terakhir adalah di Dapil IV yang diakui Sanjaya sangat membanggakan.
Sebab dari 11 kursi yang diperebutkan, sekarang PDIP menambah 1 kursi menjadi 9 dari sebelumnya 8 kursi. (ang).
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.