Pemilu 2024

Sosok Eka Nurcahyadi, Caleg DPRD Tabanan Peraih Suara Terbanyak di Bali, Fokus 37 Banjar

Rekor peraih suara terbanyak untuk DPRD Kabupaten ditorehkan oleh caleg di Kabupaten Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
Istimewa
Politisi PDI Perjuangan Asal Marga I Putu Eka Putra Nurcahyadi - Eka Nurcahyadi Raup 17 Ribu Suara, Terbesar di Bali Untuk DPRD Kabupaten 

Sosok Eka Nurcahyadi, Caleg DPRD Tabanan Peraih Suara Terbanyak di Bali, Fokus 37 Banjar

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Jika peraih suara terbanyak se-Bali untuk DPRD Provinsi Bali dipegang anak dari mantan Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra yaitu Diah Pradnya Maharani alias Gek Diah, maka rekor peraih suara terbanyak untuk DPRD Kabupaten ditorehkan oleh caleg di Kabupaten Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi.

Politisi PDIP asal Desa Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, ini berhasil meraup 17 ribu suara.

Ini berdasarkan perhitungan internal PDIP Tabanan serta hitungan real dari tim Eka Nurcahyadi.

Dengan torehan 17 ribu suara, nama Ketua Komisi I DPRD Tabanan itu bertengger di posisi teratas untuk suara DPRD Kabupaten se-Bali.

Ia pun dipastikan kembali lolos ke DPRD Tabanan.

Eka Nurcahyadi mengungguli raihan suara caleg PDIP Dapil Abiansemal, Badung, Ni Putu Yunita Oktarini, yang sementara mengantongi 15.392 suara. Istri dari Bagus Alit

Sucipta alias Gus Bota ini menjadi peraih suara tertinggi untuk DPRD Kabupaten Badung.

Baca juga: Fenomena Anak Bupati hingga Dewan Jadi Wakil Rakyat: Buktikan Pengabdian, Bukan Kekuasaan Semata

Saat dikonfirmasi, Minggu (18/2), Eka Nurcahyadi mengatakan perolehan suara dari perhitungan DPC memang sudah tembus lebih dari 17 ribu.

Sedangkan dari perhitungan mandiri timnya di Marga, mendekati 17 ribu.

Hanya kurang empat suara. Atas perolehan itu, suaranya selalu naik dari dua pemilu sebelumnya.

Di Pemilu 2014 dirinya mendapat 10.020 suara. Lima tahun kemudian pada Pemilu 2019 meningkat tajam menjadi 15.172 suara.

“Dari sebelumnya 15.172 sekarang naik lagi di angka 17 ribu. Sekarang juga saya sudah membagi banjar binaan ke teman yang lain. Saya hanya fokus ke 37 banjar saja,” ucapnya, kemarin.

Eka menuturkan, yang menjadi resep dari perolehan suara tinggi adalah konsitensi.

Selain memenangi Pileg di Kecamatan Marga, dirinya juga berhasil memenangkan Capres-Cawapres PDIP Ganjar-Mahfud hingga 80 dari 100 persen suara.

“Konsistensi itu adalah memperjuangkan capres, sekaligus berjuang di DPR RI hingga DPRD Kabupaten. Saya selalu mendekatkan diri ke anak-anak muda. Memberikan mereka sudut pandang terkait pemimpin dan tidak mudah tergiur iming-iming dari luar,” ungkapnya.

Eka selalu memberikan ruang kreativitas terhadap anak-anak muda di 37 banjar binaanya. Dirinya membuat diskusi dan seminar enam bulan sebelum pemilihan digelar.

Dirinya membina dan tidak melepas mereka. Menguatkan di tataran bawah. Penguatan adat kepada para milenial.

“Tak terkecuali juga masuk ke ibu-ibu dan lansia. Jadi masuk ke semua lini. Hadir di forum-forum dan bisa mendengar tentang sejarah dan dirinya (ibu-ibu dan lansia). Emosional itu yang saya bangun. Di 34 banjar 90 persen lebih suara yang saya dapat,” jelasnya.

Baca juga: Banteng Meroket di Tabanan, Eka Nurcahyadi Raih 17 Ribu Suara, 6 New Commer PDIP akan ke Sanggulan?

Eka mengakui bahwa tantangan pemilihan kali ini terutama ialah di anak muda. Secara nasional 20 persen suara anak muda.

Mereka itu bisa memilih partai tapi presidennya lain.

Ia mensyukuri, sejak enam bulan lalu, sudah diantisipasi dengan acara diskusi.

“Akhirnya diketahui figur pemimpin harapan mereka. Karena memiliki medsos sendiri yang bisa mengakses informasi. Tapi dengan pendekatan kita, maka kita bisa memenangkan capres-cawapres kita. Jangan juga mengabaikan pemilih tradisional,” bebernya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved