Berita Karangasem

Perajin Ogoh Ogoh Di Karangasem Kewalahan Layani Pesanan Jelang Nyepi

Pengrajin ogoh - ogoh di Kec. Bebandem, Kab. Karangasem kewalahan layani pesanan jelang Hari Raya Nyepi.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
Saiful Rohim
Pengrajin ogoh - ogoh sedang menata pesanan warga, Kamis (22/2/2024) siang hari. Yang bersangkutan kewalahan layani pesanan. 

AMLAPURA,  TRIBUN-BALI.COM - Pengrajin ogoh - ogoh di Kec. Bebandem, Kab. Karangasem kewalahan layani pesanan jelang Hari Raya Nyepi.

Pesanan masuk bisa capai 1 sampai  2 aksesoris. Seperti  pesanan tapal, kaki,  dan tangan.

Sedangkan pesanan ogoh - ogoh tak terima karena membutuhkan waktu lama.

Ida Ketut Santosa, pengrajin asal Bebandem, mengatakan, pesanan aksesoris untuk pembuatan ogoh -ogoh mengalami peningkatan banding tahun sebelumnya.

Perhari bisa lebih dari 2 orang yang memesan tapal. Tak semua pesanan diambil dikarenakan jumlah tenaga yang mengerjakan hanya 1 orang.

"Banyak yang ditolak, dan dialihkan ke tempat lain. Pengrajinnya cuma saya sendiri. Pesanan sudah ditutup dari minggu  kemarin. Untuk sekarang kita hanya kerjakan sekitar 30  tapal. Bentuk  pesanan  bervariatif. Ada garuda, celuluk, dan lain,"kata Ida Santosa, Kamis (22/2).

Baca juga: Buntut Wayan Sukarsa Curi Power Bank, Dua Pria Asal Sumba Aniaya Wayan Febri

Sedangkan untuk pesanan ogoh - ogoh tidak menerima karena membutuhkan waktu lama.

Untuk pesanan ogoh - ogoh  sementara diambil alih anaknya, serta dialihkan ke teman.

"Anak saya paling  cuma ambil  pesanan  ogoh ogoh 2 -  3.  Sedangkan sisanya dialihkan ke teman,"akui Santosa,  sapaan  akrabnya.

Pemesan  berasal dari  Kecamatan Rendang, Manggis, Abang, Bebandem, Kubu, Karangasem, dan dari luar Karangasem.

Baca juga: Vonis Bebas, Mantan Rektor Unud Prof Antara Menangis, Hotman Paris Buka Suara, JPU Tak Gentar

Hanya sebagian  pemesan ditolak karena tak mampu memenuhi sesuai waktu.

"Seandainya pesanan tapal sudah semua tuntas, mungkin  kita terima pesanan baru,"tambah  Ida Santosa. 

Ditambahkan, perhari mampu selesaikan dua buah tapal, dan aksesoris lain.

Itu semua sudah siap dipasang. Sedangkan  pembuatan ogoh – ogoh membutuhkan waktu  maksimal 1 - 2  minggu.

Itupun  harus dikerjakan 2  orang.  Untuk  biaya  pembuatan bervariatif, tergantung ukuran tapal yang dipesan warga.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved