Harga Beras Terus Merangkak Naik, Menkeu Sri Mulyani Khawatir Inflasi Ikut Terkerek

Pemerintah mulai khawatir kenaikan harga beras yang saat ini sedang terjadi akan mengerek inflasi kembali meningkat.

Editor: Ady Sucipto
Istimewa
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI) Sri Mulyani Indrawati 

The Fed akan mempertimbangkan perkembangan indikator ekonomi di AS. Di sisi yang lain, BI juga harus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Jadi kita baru akan memikirkan kemungkinan potong suku bunga jika The Fed sudah melakukan lebih dulu," kata Liza.

Research Associate Panin Sekuritas Sarkia Adelia Lukman menambahkan, berbagai rilis data indikator ekonomi AS dapat memengaruhi keputusan The Fed untuk tidak menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Dus, keputusan BI yang menahan suku bunga acuan diharapkan bisa menjaga stabilitas makro ekonomi.

Sedangkan terhadap pasar saham, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina menimpali bahwa hasil RDG BI belum banyak menjadi faktor penggerak.

Martha mengamati IHSG yang hanya turun tipis saat penutupan lebih terdorong oleh lonjakan sejumlah saham big caps di akhir perdagangan.

Contohnya pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto sepakat, keputusan BI menahan suku bunga acuan tidak memberikan dampak signifikan bagi arah IHSG.

Secara teknikal, pergerakan IHSG saat ini masih menjadi bagian dari pengujian support di level 7.300. "Biasa saja (BI mempertahankan suku bunga acuan) tidak menjadi sentimen yang menghasilkan tren baru," kata William. (kontan)

>>> Baca berita terkait <<< 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved