Berita Buleleng
SDN 3 Bungkulan Terendam Lumpur, Modul Ajar Hingga Dokumen Siswa Rusak
SDN 3 Bungkulan Terendam Lumpur, Modul Ajar Hingga Dokumen Siswa Rusak
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - SDN 3 Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng terendam lumpur, Senin (26/2).
Alat Tulis Kantor (ATK) hingga modul ajar dan sejumlah dokumen siswa hanya sedikit yang bisa diselamatkan.
Dari pantauan di lokasi, seluruh ruangan mulai dari ruang kelas, ruang guru hingga halaman sekolah nampak terendam lumpur setinggi kurang lebih 5 centimeter.
Beruntung saat kejadian, seluruh siswa sedang libur serangkaian hari raya Galungan dan Kuningan.
Sehingga proses pembelajaran tidak terganggu.
Kepala Sekolah SDN 3 Bungkulan I Made Surya Restu Cahyono mengatakan, lumpur ini merupakan sisa dari banjir yang terjadi pada Minggu malam kemarin.
Banjir itu kiriman dari perumahan yang ada di sebelah timur sekolah.
"Perumahan di sebelah sekolah itu tidak ada drainasenya, jalannya juga tanah. Sehingga airnya masuk dan menggenang di sekolah. Tinggi air sekitar 60 centimeter. Setelah banjir surut, sekarang yang tersisa tinggal lumpurnya" terang Cahyono.
Saat dilakukan pengecekan pada Senin pagi, Cahyono menyebut banyak ATK, modul ajar hingga dokumen penilaian tengah semester milik siswa yang rusak dan hanyut terbawa banjir.
Baca juga: Dalami CCTV, Polisi Sebut Tidak Ada Upaya Pembegalan di Jalan Tusan-Bakas
Bahkan kerusakannya mencapai 70 persen. Selain itu tembok penyengker sekolah yang ada di sisi timur dan barat juga ikut jebol.
Saat ini upaya pembersihan lumpur hanya dapat dilakukan di ruang kelas dan ruang guru.
Proses pembersihan dilakukan secara gotong royong bersama beberapa siswa, petugas BPBD Buleleng dan petugas Dinas Damkar Buleleng.
Sementara lumpur yang ada di halaman sekolah, rencananya akan dibersihkan usai hari raya Galungan, atau pada Jumat mendatang.
"Karena terbentur hari raya, jadi proses pembersihan tidak bisa semua dilakukan. Sisanya nanti akan dilanjutkan hari Jumat. Sekarang memang masih hujan deras. Untuk mengantisipasi banjir susulan, kami sudah mengevakuasi sejumlah alat elektronik yang ada di ruang guru," kata Cahyono.
Cahyono menyebut, baru kali ini sekolahnya diterjang banjir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kepala-Sekolah-SDN-3-Bungkulan-I-Made-Surya-Restu-Cahyono.jpg)