Harga Beras di Bali
Harga Beras di Pasar Tradisional Bangli Mulai Turun
Naiknya harga beras belakangan ini sempat membuat masyarakat resah. Namun beberapa hari terakhir, harga beras di pasar tradisional alami penurunan
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Naiknya harga beras belakangan ini sempat membuat masyarakat resah. Namun beberapa hari terakhir, harga beras di pasar tradisional Bangli mulai mengalami penurunan.
Turunnya harga beras diketahui per 1 Maret 2024. Seperti diungkapkan salah seorang pedagang bernama Ida Ayu Nyoman.
Kata dia, harga beras per awal Maret turun Rp 200 per kilo.
Penurunan harga terjadi di seluruh jenis dan merek beras.
"Semua jenis harganya turun rata-rata Rp 200. Sedangkan stoknya untuk saat ini masih aman," kata dia, Minggu (3/3/2024).
Hal senada juga diungkapkan pedagang beras bernama Ni Wayan Sariasih.
Dikatakan dia, seluruh jenis dan merk beras mengalami penurunan harga.
"Turunnya dari kemarin. Misalnya beras merk Samudra, dari awalnya Rp 16 ribu per kilo, turun menjadi Rp 15.700 per kilo," ucapnya.
Turunnya harga beras disambut sumringah masyarakat, khusunya pemilik usaha warung makan.
Baca juga: Ketut Permata Juliastrid Sari Bertekad Bawa Harum Pulau Dewata di Ajang Puteri Indonesia 2024
Salah satu pemilik warung makan bernama Ibu Suci mengaku turunya harga beras setidaknya mengurangi biaya operasional.
"Untuk jualan saya membeli beras premium isian 25 kilo. Sebelumnya saya beli di harga Rp 295 ribu, namun kemarin harganya sudah Rp 285 ribu," sebut dia.
Ia berharap kedepan harga beras tidak ada kenaikan lagi.
Sebab dalam waktu dekat, masyarakat dihadapkan momen hari raya Kuningan, Nyepi hingga bulan Ramadhan.
"Semoga tidak naik lagi. Karena sekarang walaupun turun sedikit, setidaknya sudah cukup meringankan beban," ucapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Warga-saat-membeli-beras-di-areal-pasar-Kidul-Bangli-Minggu-332024.jpg)