Hari Raya Nyepi
PHDI Bali Tanggapi Penggunaan Sound System Saat Pengarakan Ogoh-ogoh dan Warga Keluyuran Saat Nyepi
PHDI Bali Tanggapi Penggunaan Sound System Saat Pengarakan Ogoh-ogoh dan Warga Keluyuran Saat Nyepi
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak mengatakan secara umum Nyepi saka 1946 telah berjalan lancar.
Dimana pihaknya juga melihat adanya toleransi antar umat beragama yang cukup kuat di Bali terlepas dari satu dua kejadian yang ada.
"Saya secara pribadi sangat angayu bagia dengan pelaksanaan Nyepi 1946 ini, yang tertib, disiplin dan semua pihak menjaga esensi Nyepi, yaitu pengendalian diri. Itu ditandai dengan penyelesaian masalah-masalah dengan mengedepankan harmoni. Dan ini adalah pencapaian yang baik untuk kita semua," kata Nyoman Kenak saat diwawancarai, Selasa 12 Maret 2024.
Kenak pun berterimakasih kepada umat Hindu maupun umat lain yang komit dalam menjaga toleransi.
Hal ini karena semua pihak ikut mengendalikan diri.
Pihaknya juga berterima kasih kepada pecalang, desa adat, TNI dan Polri yang menjaga umat di seluruh Bali dalam pelaksanaan Nyepi.
"Pada momen ngembak gni ini, mari kita tuntaskan hal-hal yang sifatnya memicu konflik. Mari saling memaafkan, mulai dari lingkungan keluarga, maupun lingkungan yang lebih luas," katanya.
Sementara itu, terkait penggunaan sound system besar pada saat pengerupukan, pihaknya mengaku tidak berada dalam konteks salah atau benar.
Dan pihaknya mengajak semua pihak untuk terus mengedukasi generasi muda terkait esensi budaya.
"Kita semua punya andil dalam mengedukasi generasi muda tentang esensi pengerupukan. Kami di PHDI Bali sangat dekat dengan generasi muda. Melihat karakter generasi muda saat ini, yang punya idealisme sendiri, edukasi tentang budaya memang harus ditingkatkan," katanya.
Baca juga: Nyepi 2024 di Bali: 2 Pria Naik Motor Brong di Jembrana Hingga Ratna Sarumpaet Cari ATM
Sementara itu, terkait pelanggaran Nyepi di Tibubeneng dan tempat lainnya, ia mengatakan umat Hindu di Bali tentu terluka.
"Harusnya upaya kami dan umat lain di Bali dalam menjaga Nyepi dipahami oleh semua pihak. Umat muslim yang sedang melaksanakan taraweh saja sangat bijak. Sehingga semua berjalan tentram," katanya.
Namun, pihaknya mengajak agar semua pihak tidak terusik dengan peristiwa kemarin.
Terkait pengusutan kasus terbit secara hukum positif, pihaknya mempercayakan hal tersebut kepada Kepolisan.
"Termasuk ketika pelanggaran itu disikapi oleh Desa Adat, kami menjadi bagian yang mendukung penegakan aturan," imbuhnya.
Namun yang pasti, menurutnya yang bersangkutan sudah dihukum secara sosial.
"Meski mendadak dikenal, jika itu karena hal negatif, tidak ada yang bisa dibanggakan," katanya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.