Berita Karangasem
Karangasem Mulai Diguyur Hujan, Rendang Hingga Sidemen Termasuk Daerah Rawan Berpotensi Longsor
8 Kecamatan di Karangasem berpotensi mengalami terjadi longsor saat hujan
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Karangasem mulai diguyur hujan beberapa hari terkahir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem telah petakan daerah rawan serta berpotensi terjadi bencana.
Satu diantaranya bencana tanah longsor, serta pohon tumbang.
Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa mengatakan, dari 8 Kecamatan di Karangasem, yang berpotensi mengalami terjadi longsor saat hujan tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Karangasem.
Baca juga: RSUD Karangasem Terima 68 Pasien Gawat Darurat Saat Hari Raya Nyepi
Terbanyak Kecamatan Rendang, Kubu, Selat, Sidemen, Bebandem dan Karangasem.
"Daerah dinyatakan rawan longsor dikarenakan berdekatan dengan pegunungan dan tanah terbilang labil. Seperti Kecamatan Rendang, Kubu, Selat, Sidemen, Bebandem dan Karangasem,"ungkap IB Ketut Arimbawa, Selasa 12 Maret 2024.
Untuk di Kecamatan Rendang, dari 6 desa yang ada, hampir semua berpotensi longsor saat musim hujan.
Paling parah di Desa Besakih, Pempatan, Pesaban, Menanga, dan Nongan.
"Yang sering longsor di Br. Temukus, Desa Besakih. Kondisi tanah labil dan dekat bebukitan,"akui Arimbawa.
Sedangkan Kecamatan Selat, ada beberapa desa yang rawan, seperti di Muncan, Pering Sari, Duda Timur, dan lainnya.
Sedangkan Kecamatan Bebandem, ada Desa Jungutan, Sibetan, Buana Giri.
Untuk Kecamatan Sidemen, Kubu dan Abang hampir semua desa.
Seperti Ban, Tianyar, Wismakerta, dan desa lainnya.
"Kalau untuk pohon tumbang, semua daerah yang ada pohon perindang berpotensi terjadi. Makanya kita minta warga waspada dan berhati-hati. Jangan dekati tebing dan pohon yang sudah tua, lapuk,"imbau IB Arimbawa.
Kumpulan Artikel Karangasem
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.