Pria Tewas di Puncak Gunung Agung

Pria Tewas di Gunung Agung Saat Karya Ida Bhatara Turun Kabeh

Pria Tewas di Gunung Agung Saat Karya Ida Bhatara Turun Kabeh. Penemuan jenazah seorang pria di puncak Gunung Agung, Karangasem ramai di media sosial

|
istimewa
Pria Tewas di Gunung Agung Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Penemuan jenazah seorang pria di puncak Gunung Agung, Karangasem ramai di media sosial, jelang pendakian ditutup terkait kegiatan Tawur Tabuh Gentuh serta Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih.

Sesosok jenazah yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan di Puncak Gunung Agung pada koordinat 8°20'31.12"S - 115°29'35.81"E, di ketinggian sekitar 2833 Mdpl, Selasa (12/3/2024) siang. 

Jenazah di puncak Gunung Agung itu memiliki ciri-ciri menggunakan jaket dan celana panjang warna hitam, rambut putih (beruban), membawa tas berwarna hijau. 

Baca juga: Aneh! Saat Nyepi, Takafumi Bisa Lakukan Perjalanan Wisata dari Ubud, Kintamani, hingga Besakih

Sebelumnay diberitakan, aktivitas pendakian ke Gunung Agung ditutup untuk  sementara selama 29 hari.

Penutupan pendakian Gunung Agung terhitung mulai dari 17 Maret  sampai 14 April 2024.

Penutupan pendakian Gunung Agung terkait dilaksanakannya Tawur Tabuh Gentuh serta Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih.

Baca juga: Kasus Ratna Sarumpaet Langgar Saat Nyepi Dibawa ke Wantilan Desa Adat, Terungkap Soal Sanksi Adat

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta, mengatakan, penutupan pendakian Gunung Agung dilakukan untuk memperlancar upacara dari awal hingga akhir.

Dan terpenting untuk menjaga kesucian Pura Agung Besakih.

Mengingat Ida Bhatara berstana di Gunung Agung. Sehingga harus disterilkan selama dilakukan karya Ida Batara Turun Kabeh.

"Penutupan sudah kesepakatan bersama. Oleh karena itu saya menghimbau masyarakat, dan wisatawan agar tak lakukan pendakian selama karya dilaksanakan. Masyarakat juga harus menghormati. Surat himbauan sudah disebar," ungkap Jro Mangku,  Kamis  (29/2/2024).

Panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh sudah memberitahu ke guide untuk menunda pendakian jika ada wisatawan yang hendak mendaki Gunung Agung.

Pihaknya meminta kepada pemandu untuk ikut menjaga jalur pendakian ke puncak Gunung Agung.

Seandainya ada wisatawan mendaki untuk diberitahu supaya tidak mendaki hingga puncak.

"Saya  berharap semua  mengerti dan paham terkait himbauan yang sudah diedarkan tentang penutupan pendakian selama karya Ida Bhatara  Turun Kabeh. Ayo  jaga  kesucian Pura Besakih,” imbau Jro Mangku Widiarta, pria asli Besakih ini.

Seandainya ada masyarakat atau wisatawan yang nekat mendaki secara sembunyi-sembunyi dan terjadi sesuatu, yang bersangkutan harus bertanggung jawab sepenuhnya. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved