Populer Bali

Bali Hari Ini: Temuan 2 Mayat di Jembrana Identitas Masih Misterius, Kasus Nenek Hilang di Tabanan

Mulai dari dua jenazah berstatus Mr.X di Jembrana yang sampai hari ini masih misterius identitasnya.

Surya
ilustrasi jenazah 

Dia mengungkapkan, kesulitan atau kendala yang dihadapi untuk mengungkap identitas mayat tersebut adalah kondisi mayat tersebut yang sudah membusuk.

Selain itu, sidik jari yang menjadi petunjuk utama juga sudah tidak bisa dibaca dengan alat (Mambis) atau tidak bisa teridentifikasi.

"Tim kami sudah sangat maksimal melakukan identifikasi seperti pengecekan bagian gigi dan anatomi lainnya. Kami harap bisa segera terungkap," harapnya.

"Untuk warga yang mungkin kehilangan saudara atau kerabatnya bisa melapor ke kami untuk selanjutnya dilakukan pengecekan atau pencocokan," imbuhnya.

Namun begitu, kata dia, jika dalam kurun waktu lama tidak ada petunjuk atas identitasnya tersebut pihaknya bakal berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak RSU Negara serta Dinas Sosial Jembrana.

Hal ini untuk menentukan langkah lebih lanjut, misalnya penguburan.

"Yang jelas, identifikasi sudah dilakukan maksimal. Jika belum terungkap dan tidak ada keluarga yang datang mencocokan kita akan tindaklanjuti," tandasnya.

Baca juga: Viral Bali: Laka di Badung Syharuddin Terjepit Bodi Truk Namun Selamat, Pencurian Baleganjur di Pura

Pencarian Nenek Hilang di Tabanan Diperluas Tim SAR

Tim SAR kembali melanjutkan pencarian seorang lansia Ni Nyoman Mendri asal Banjar Batanbuah, Desa Tangguntiti, Kecamatan Seltim, Kabupaten Tabanan.

Tim SAR Gabungan kembali menyisiri area yang dicurigai dilalui korban, bahkan area pencarian pun diperluas.

"Pukul 06.00 Wita Tim SAR Gabungan telah melaksanakan penyisiran, baik itu di sungai maupun perkebunan yang ada di lokasi kejadian tersebut. Di sungai sejauh 1,5 kilometer dan darat 2,5 kilometer," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), I Nyoman Sidakarya, Sabtu (16/3).

Masih sama seperti upaya pencarian kemarin, diturunkan seekor anjing pelacak dari potensi SAR Dog. Disamping itu, personel juga menggunakan peralatan canggih berupa Aqua Eye (deteksi objek di bawah permukaan air) dan drone thermal untuk pencarian melalui udara yang bisa mendeteksi suhu objek tertentu.

Penyisiran di darat dan sungai dilakukan ke arah utara, namun hingga saat ini hasilnya masih nihil.

Tanda-tanda keberadaan korban pun belum menemukan titik terang.

"Operasi SAR di daerah Tabanan ini yang terlibat kurang lebih 50 orang," terangnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved