Populer Bali

Viral Bali: Joged Bumbung Jadi Sorotan, 10 Ribu Lebih Pamedek akan Hadiri Pengrebongan di Kesiman

Berita viral Bali yang pertama terkait fenomena joged bumbung yang kembali jadi perbincangan hangat publik di Pulau Dewata lantaran ditarikan dengan

Tribun Bali/AA Gde Putu Wahyura
Pengerebongan di Pura Pengrebongan Kesiman, Denpasar, Minggu (23/4/2017). 

Langkah memasukkan joged jaruh ke UU ITE dan penegakan hukum memang belum dilakukan.

Perlu dilakukan kajian terlebih dahulu ini dan diakui Prof Arya ini sangat tidak mudah karena itu memerlukan pemikiran dari berbagai segi.

Berbagai hal yang turut dihitung yakni seperti apa potensi pro dan kontranya seperti apa.

Bahkan yang menyukai joged jaruh jumlahnya cukup banyak ada yang membela karena joged jaruh dianggap akting tidak porno dan dianggap penghasilan daripada joget tersebut.

Prof Arya memberikan contoh seperti ada salah satu joged bumbung dari Tabanan yang diantarkan langsung oleh orangtuanya untuk melakukan joged dan dibayar Rp 2 juta per malam, bahkan orangtuanya sendiri memberikan izin bagaimana kita untuk mencegahnya di situ pro dan kontranya.

“Diskusi itu dulu dilakukan. Kita sedang diskusi masih mencari jalan dengan pakar-pakar hukum seperti apa bisa atau etis tidak terkait seniman juga dan membela ini kan kebanyakan seniman bahkan ada yang memohon kepada saya janganlah Pak Kadis keras-keras dengan seka joged kasihan mereka karena mencari penghidupan,” katanya.

Baca juga: Viral Bali: Pemuda di Buleleng Bawa Kabur Pacar di Bawah Umur & Update Pembacokan di Klungkung

Ngerebong di Kesiman, Jalan WR Supratman Depan Pura Ditutup

Pura Petilan Pengerebongan Kesiman Denpasar akan menggelar prosesi Ngerebong, Minggu (17/3). Prosesi ini digelar setiap enam bulan sekali tepatnya pada Minggu Pon Medangsia.

Sehari jelang Ngerebong dilakukan berbagai persiapan di areal pura, salah satunya pemasangan penjor besar.

Ada 32 penjor dari 32 sekaa teruna yang dipasang di areal pura. Penjor ini pun penuh hiasan, megah dan gagah.

Salah satu Sekaa Teruna tersebut yakni ST Taruna Jaya Banjar Kertawijaya. Ketua ST Taruna Jaya, Wayan Bonet Rahayu mengatakan untuk pembuatan penjor ini pihaknya melakukan persiapan selama 5 hari.

"Memang lama kami persiapkan utamanya dalam pembuatan payasan penjor ini," kata Wayan Bonet.

Dalam pembuatannya, dilakukan oleh 15 orang anggota Sekaa Teruna. Dan untuk pembuatan penjor ini, pihaknya menghabiskan Rp 7 juta.

Sementara itu, Bendesa Adat Kesiman, Jero Mangku Ketut Wisna mengatakan pemasangan penjor dilakukan mulai pukul 14.00 hingga pukul 22.00 Wita.

Selain pemasangan penjor, juga dilakukan persiapan di pura seperti pemasangan hiasan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved