Berita Buleleng

4 Ribu Pegawai Non ASN Pemkab Buleleng Dipastikan Dapat Mengikuti Seleksi Khusus PPPK

4 Ribu Pegawai Non ASN Pemkab Buleleng Dipastikan Dapat Mengikuti Seleksi Khusus PPPK

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Aloisius H Manggol
rat
Sekda Buleleng Gede Suyasa soal harga beras melonjak 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Seluruh tenaga kontrak di Pemkab Buleleng dengan jumlah sekitar 4.000an orang dipastikan dapat mengikuti seleksi khusus pada tahun ini, untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Mengingat jumlahnya cukup banyak, Pemkab pun saat ini tengah berupaya mengajukan usulan agar seleksi dengan menggunakan Computer Assisted Tes (CAT) dapat dilaksanakan di Buleleng. 

Baca juga: Mantan Pacar Ayu Miranda Buat Pengakuan Dihadapan Keluarga di Karangasem, Sumpah Tak Menikah

Sekda Buleleng Gede Suyasa ditemui Senin (18/3) mengatakan, berdasarkan hasil rapat dengan pemerintah pusat, formasi khusus ini diberikan agar pada 2025 mendatang tidak ada lagi pegawai pemerintah yang berstatus sebagai tenaga kontrak.

Untuk itu seluruhnya pegawai Non ASN yang diangkat paling lambat 31 Desember 2021 dipastikan dapat mengikuti seleksi ini. 

Suyasa menyebut, pihaknya diberi batas waktu hingga 31 Maret mendatang untuk melakukan pemetaan jabatan yang diperlukan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca juga: Selamat Jalan Ayu Miranda, Balian di Karangasem Larang Pulang ke Denpasar, Sempat Cium Ibunda

Sehingga formasi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kualifikasi pendidikan dari masing-masing pegawai non ASN tersebut.

"Jadi di peta jabatan apa, membutuhkan berapa. Karena data base non ASN harus disesuaikan antara kondisi eksisting tenaga kontrak dengan formasi yang harus disediakan. Artinya masing-masing OPD nantinya yang akan membukan formasi, sehingga tenaga Non ASN ini bisa mendaftar dan mengikuti seleksi," jelasnya. 

Suyasa menyebut, mengingat seleksi khusus ini akan diikuti oleh ribuan pegawai Non ASN, maka pihaknya berupaya mengusulkan agar CAT dapat dilakukan di Buleleng.

Pihaknya berencana memanfaatkan fasilitas Lab Komputer yang ada di masing-masing sekolah.

"Kalau bisa didaerah kan biaya operasional pegawai kita tidak tinggi, tidak harus ke Denpasar," tandasnya. (rtu)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved