Pilkada 2024

Giri Prasta Sebut Semua Itu Sah, Disandingkan dengan Pj Gubernur Sebagai Calon Gubernur Bali

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan berlangsung November 2024. Untuk di Bali, nama Giri Prasta digadang-gadang akan maju merebut kursi pemilihan

|
Istimewa
Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya bersama Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri apel Hut Satpol PP Badung 

Giri Prasta Sebut Semua Itu Sah, Disandingkan dengan Pj Gubernur Sebagai Calon Gubernur Bali

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan berlangsung November 2024. Untuk di Bali, nama Giri Prasta digadang-gadang akan maju merebut kursi pemilihan gubernur (Pilgub).

Saat ini ramai di media sosial, Giri Prasta yang merupakan Bupati Badung disandingkan dengan Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya.

Baca juga: Kans Pasangan Giri Prasta-SM Mahendra Jaya di Pilkada Bali, Pengamat Singgung Investasi Sosial

Mereka berdua disebut layak memimpin Bali 2024 ke depan.

Tidak hanya itu, beberapa kegiatan kerap mereka laksanakan bersama, seperti acara belum lama ini yakni menghadiri apel Gelar Pasukan dalam rangka HUT Satpol PP Ke-74 dan Satlinmas Ke-62 Tahun 2024 Provinsi Bali yang dipusatkan di Lapangan Puspem Badung, Mangupraja Mandala, Jumat (22/3/2024).

Baca juga: Disebut Bakal Gaet Putra Mahkota Giri Prasta Bima Nata di Pilkada Badung, Adi Arnawa Buka Suara

Selain itu juga melakukan sidak bersama terkait penataan Pantai Kuta yang sebelumnya terkesan kumuh pada 26 Januari 2024.

Bahkan Giri Prasta saat itu langsung menindaklanjuti arahan Pj Gubernur Bali dalam menata kawasan pantai Kuta agar terhindar dari kesan kumuh.

Beberapa kegiatan pun kerap dilakukan bersama. Saat Badung menerima penghargaan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Bidang Pencegahan diterima langsung oleh Giri Prasta yang digelar di Ruang Pertemuan Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha Denpasar.

Baca juga: KPU Tabanan Buka Pendaftaran Pemantau, Anggaran Pilkada Dipatok Rp41 Miliar

Masih banyak kegiatan yang dilaksanakan bersama, sehingga nama mereka kerap disandingkan layak memimpin Bali. Menyikapi hal itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengaku sah-sah saja.

"Kalau disanding-sandingkan itu sah sekali," kata Giri Prasta, Senin (25/3).

Pihaknya mengaku semua itu merupakan aspirasi masyarakat. Namun menurutnya dirinya sendiri tetap menunggu arahan dari pimpinan partai yakni Megawati Soekarno Putri.

Baca juga: Soal Pilkada, Golkar Bangli Masih Tunggu Hasil Penetapan Suara KPU, PDI Minta Sabar Dulu

"Kalau saya, tetap tunduk kepada Presiden Republik Indonesia ke-5, Ibu Hj Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri," katanya. 

Pengamat Singgung Soal Investasi Sosial

Usai Pemilu 2024 berlangsung, kini atmosfer politik di Bali mulai menyorot Pilkada serentak yang akan digelar November 2024 mendatang.

Salah satu sosok yang kini diperbincangkan yakni sang Bupati Badung dua periode, I Nyoman Giri Prasta.

Tak jarang, banyak masyarakat yang “menjodohkan” Kader PDIP itu dengan SM Mahendra Jaya, Pj Gubernur Bali saat ini untuk mengikuti Pilkada Bali.

Menanggapi hal ini, pengamat politik Universitas Pendidikan Nasionak (Undiknas) Dr. Drs. I Nyoman Subanda, M.Si memandang, peluang terbesar pada Pilkada kali ini berada pada seorang politisi, bukan profesional.

Sebab, dalam pertarungan di Pilkada nanti, masyarakat mempertimbangkan soal investasi sosial yang bersangkutan.

SM Mahendra Jaya, kata Subanda, memang memiliki pengalaman yang mumpuni. Mulai dari di kepolisian, hingga Kemendagri.

Subanda juga tak memungkiri jika SM Mahendra Jaya sempat mencicipi rasanya menjadi pemimpin Bali.

Namun soal investasi sosial, SM Mahendra Jaya dikatakan masih biasa-biasa saja.

“Peluang terbesar itu memang politisi saat ini. Pj (Penjabat Gubernur Bali) ini kan orang profesional. Dari kepolisian, kemudian Depdagri.”

“Berpengalaman di pemerintahan, iya. Memimpin Bali dalam jabatan politik juga iya. Tapi investasi sosialnya biasa-biasa saja,” ungkap Subanda saat dihubungi Tribun Bali, Senin 25 Maret 2024.

Pun sosok profesional tersebut mempunyai kapabilitas dan popularitas yang tinggi lantaran berprestasi, masih tak sepadan dengan sosok yang memiliki investasi sosial di masyarakat.

“Kecuali memang yang bersangkutan punya kapabilitas, popularitas yang tinggi karena punya prestasi yang luar biasa.”

“Rasanya masih kalah kapabilitas di mata masyarakat terhadap orang-orang yang sudah punya investasi sosial,” imbuhnya.

Selain itu, Subanda juga mengungkapkan kelemahan sosok profesional bila terjun ke dunia politik.

Salah satunya, sosok profesional dikatakan tak memiliki partai untuk mengusungnya dalam kontestasi politik.

Bila pasangan Koster-SM Mahendra Jaya terus berlanjut, maka tantangan terberatnya yakni berhadapan dengan partai besar.

“Partai juga tidak punya. Orang profesional kan kelemahannya ada di partai.”

“Kalau dilawan oleh partai besar, juga berat. Nggak gampang orang profesional terjun langsung,” bebernya. (*)

 

Berita lainnya di Pilkada 2024

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved