Berita Karangasem
Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Tinggi di Karangasem, Pemerintah Terus Melaksanakan Sosialisasi
Dinsos Karangasem meminta agar orangtua untuk tetap menjaga dan memantau aktivitas anaknya
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Kasus kekerasan anak di bawah umur dan perempuan di Karangasem, Bali meningkat setiap tahun.
Seperti kasus bunuh diri anak remaja, kekerasan di rumah tangga, kekerasan seksual anak di bawah umur dan bullying sekolah, dan kekerasan lainnya terhadap anak serta perempuan.
Data yang dihimpun di lapangan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Karangasem tahun 2023 tembus angka sekitar 40 kasus lebih.
Meliputi kekerasan, pelecehan, bullying, persetubuhan, pencurian, KDRT, penganiayaan, penelantaran dan kasus lainnya.
Baca juga: Kasus Bullying, Sepeda Listrik Hingga Bawa Ponsel di Sekolah Jadi Perhatian Polres Gianyar
Sedangkan pada tahun 2022 mencapai 45 kasus, tersebar di 8 kecamatan
Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karangasem, Ni Made Suradnyani mengaku, tiap tahun ditemukan kasus kekerasan terhadap anak serta perempuan di Karangasem.
Penyebabnya teknologi, dan mudahnya kalangan remaja mengakses internet di HP.
"Kasus kekerasan dan bullying terhadap anak dan perempuan tiap tahun ditemukan di Karangasem. Seperti di Kecamatan Bebandem, Manggis, Karangasem dan daerah lainnya,"ungkap Ni Made Suradnyani, Senin 25 Maret 2024.
Faktor ekonomi juga menjadi penyebab kekerasan perempuan dan anak di bawah umur.
Bebasnya pergaulan menyebabkan terjadinya kekerasan seksual terhadap anak.
Pihaknya meminta agar orangtua untuk tetap menjaga dan memantau aktivitas anaknya.
Sehingga sang anak menjauhi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti bullying serta kekerasaan
Ditambahkan, pemerintah terus melaksanakan sosialisasi untuk menekan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Hanya beberapa kali sosialisasi dikarenakan minimnya anggaran.
"Tahun 2024 target sosialisasi cuma kali. Sumber anggarannya dari APBD. Kita juga menunggu anggaran DAK non fisik,"jelasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.