Berita Bangli
Populasi Ikan Red Devil di Danau Batur Kian Pesat, Nelayan Resah Populasi Ikan Lain Terancam
Populasi Ikan Red Devil di Danau Batur Kian Pesat, Nelayan Resah Populasi Ikan Lain Terancam
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Populasi ikan red devil di perairan Danau Batur, Kintamani, Bangli, Bali dinilai semakin pesat.
Kondisi ini tentu meresahkan bagi para nelayan.
Sebab keberadaan ikan ini mengancam populasi ikan lainnya.
Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma mengatakan, red devil sejatinya bukan hewan endemik Danau Batur.
Keberadaannya sendiri sudah diketahui sejak puluhan tahun lalu, namun tidak diketahui bagaimana asal mula hewan itu berada di Danau Batur.
"Perkembangan hewan ini sangat pesat dan secara tipikal merupakan ikan invasif (menyerang). Sehingga dari 17 jenis ikan dan hewan lainnya di Danar Batur, kita khawatirkan hewan endemis ini punah karena diserang. Itu (kekhawatiran) dari sisi ekologis," ujarnya Selasa 26 Maret 2024.
Karena keberadaannya yang masif, ikan ini menjadi keluhan para nelayan.
Baca juga: Perlu Review Ulang, Launching Gedung Mal Pelayanan Publik Bangli Terpaksa Diundur
Sebab tangkapan ikan di Danau Batur justru lebih didominasi oleh ikan Red Devil.
"Mereka yang berniat menangkap nila atau mujahir, justru hasil yang didapatkan kebanyakan red devil. Bahkan bisa 60 hingga 90 persennya red devil," ucapnya.
Besarnya populasi ikan red devil juga tidak memberi dampak ekonomis pada masyarakat.
Sebab ikan ini cenderung tidak laku di pasaran karena dagingnya yang sedikit.
"Komposisi daging dan durinya lebih banyak durinya. Itu ciri khas ikan invasif," kata Sarma.
Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas PKP bersama sejumlah pihak terkait mendatangi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, untuk melakukan fokus group discussion (FGD).
Hasilnya, seluruh stakeholder sepakat jika ikan red devil merupakan musuh bersama yang harus segera ditangani.
Lanjut Sarma ada dua solusi. Langkah taktis yakni menggalang dana untuk menghargai tangkapan red devil dari para nelayan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Suasana-FGD-mengenai-penanggulangan-ikan-red-de.jpg)