Hari Raya Idul Fitri

Jelang Idul Fitri, Harga Cabai di Bangli Masih Stabil, Petani Diharapkan Kembali ke Organik

Pj Gubernur Irjen (Purn) Sang Made Mahendra Jaya menekankan beberapa hal pada petani.

Istimewa
Bupati Sang Nyoman Sedana Arta dan Pj Gubernur Bali saat memanen cabai di Desa Songan, Kintamani, Jumat 29 Maret 2024 - Jelang Idul Fitri, Harga Cabai di Bangli Masih Stabil, Petani Diharapkan Kembali ke Organik 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - 10 hari jelang Idul Fitri, harga sejumlah komoditas di Bangli, Bali masih tergolong stabil, satu diantaranya cabai rawit.

Di mana saat ini, harga di tingkat produsen atau petani masih di angka Rp 30 ribu per kilo.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma, Jumat 29 Maret 2024.

Kata dia, beberapa komoditas pertanian jelang hari raya keagamaan biasanya mengalami peningkatan, seperti saat Idul Fitri.

Baca juga: Pasokan Terbatas, Harga Cabai Hingga Bawang Mulai Berlahan Naik di Nusa Penida

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah telah berupaya mendorong petani menjaga produksi cabai.

Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga. Selain juga memastikan tidak terjadi gagal panen akibat gangguan penyakit tanaman.

"Terbukti harga cabai di tingkat petani saat ini di angka Rp 30 ribu per kilo. Harga tersebut turun dari sebelumnya Rp 35 ribu. Bisa dikatakan saat ini produksi cabai di Bangli masih baik-baik saja," ungkapnya.

Sarma menambahkan, pada Jumat 29 Maret 2024, pihaknya menerima kunjungan Pj Gubernur Bali di Desa Songan, Kintamani.

Dalam kunjungan tersebut, Pj Gubernur Irjen (Purn) Sang Made Mahendra Jaya menekankan beberapa hal pada petani.

"Di Songan ini terkenal dengan tiga jenis komoditas pertanian. Diantaranya bawang merah, cabai, hingga tomat. Dalam kunjungan itu, pak Pj menekankan untuk tetap memastikan ketersediaan pasokan hingga peningkatan produksi dan produktivitas," ucapnya.

Disamping juga menekankan agar petani kembali pada pertanian organik.

Sebab dengan cara budidaya yang salah, maka akan berdampak pada kerumunan lalat.

"Sempat pak Pj menyinggung bahwa beliau sudah mengeluarkan edaran penggunaan pupuk organik dalam budidaya pertanian. Sehingga diharapkan petani tidak menggunakan pupuk mentah, atau pupuk kotoran langsung tanpa diolah terlebih dahulu," tandasnya. (mer)

Kumpulan Artikel Bangli

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved