Populer Bali

Viral Bali: Pengeroyokan di Buana Kubu Denpasar, Korban Ditendang Tersungkur ke Aspal

Media sosial digegerkan aksi pengeroyokan yang terjadi di Jalan Buana Kubu Denpasar, tepatnya di sebelah Barat balai banjar. Video rekaman kejadian

Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Ady Sucipto
tribun bali/dwisuputra
ilustrasi pengeroyokan 

Viral Bali: Pengeroyokan di Buana Kubu Denpasar, Korban Ditendang Tersungkur ke Aspal

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Media sosial digegerkan aksi pengeroyokan yang terjadi di Jalan Buana Kubu Denpasar, tepatnya di sebelah Barat balai banjar. Video rekaman kejadian itu viral.

Dalam cuplikan video yang beredar pada Jumat (29/3), tampak korban yang berjumlah dua orang dipepet oleh sejumlah pengendara motor.

Usai korban menepikan kendaraannya, pelaku yang berjumlah lebih dari lima orang itu secara bergantian menghajar korban.

Baca juga: Viral Pengeroyokan di Jalan Buana Kubu Denpasar, 2 Warga Setempat Jadi Korban

Tak hanya memukul, para pelaku juga menendang korban hingga tersungkur ke aspal.

Korban yang tergeletak di tepi jalan kemudian ditinggal begitu saja oleh para pelaku.

Dikonfirmasi Tribun Bali, Kelian Dusun Banjar Buana Kubu, Putu Pasek Juliarta (32) membenarkan adanya kejadian tersebut.

Kedua korban pengeroyokan adalah warga dari Banjar Sari Buana, yang lokasinya tak jauh dari Banjar Buana Kubu, Denpasar.

Namun satu korban, kata Pasek Juliarta, tinggal di wilayah Banjar Buana Kubu, Denpasar.

“Keduanya warga Sari Buana. Cuma satu tinggal di lingkungan saya,” ungkapnya saat dihubungi Tribun Bali, Jumat (29/3).

Pasek Juliarta mengatakan, korban bukanlah seorang remaja. Usianya, diperkirakan 40 tahun.

Satu orang dikatakan telah menikah. Sementara satu lagi disebut masih melajang.

“Korban sudah dewasa. Ada bagian 40 tahun umurnya. Yang satu sudah dewasa tapi belum menikah. Yang satu sudah,” bebernya.

Baca juga: VIRAL Bule Naik Motor Terobos Gerbang Tol Bali Mandara, PT JBT : Telah Dihentikan dan Diderek

Kejadian pengeroyokan itu, menurut Pasek Juliarta, berlangsung pada Jumat (29/3) sekitar pukul 02.00 Wita.

Dia mengetahui kejadian tersebut pada pagi harinya melalui panggilan telepon oleh salah seorang rekannya.

Guna memastikan kejadian tersebut, Pasek meminta rekannya untuk memeriksa rekaman CCTV yang ada di seputar TKP.

Walhasil, aksi pengeroyokan itu terekam jelas melalui CCTV.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pasek Juliarta menyarankan agar melaporkannya ke Polresta Denpasar.

“Nggih (iya). Tyang (saya) dapat laporan tadi pagi dari teman. Katanya ada kejadian. Tyang (saya) suruh cek CCTV. Akhirnya tyang (saya) suruh melapor ke Polresta. Tadi pagi sekitar jam 10,” ujarnya.

Terkait kejadian tersebut, Pasek Juliarta mengaku geram. Akhirnya, dia membagikan rekaman CCTV itu kepada pecalang dan Linmas.

Dengan tujuan, guna memperketat penjagaan keamanan di lingkungannya, Banjar Buana Kubu, Denpasar.

Pasalnya, pecalang dan Linmas, kata Pasek, memang melakukan patroli wilayah sekitar pukul 03.00 - 05.00 Wita guna menyisir oknum yang membuang sampah sembarangan.

“Kita sebagai manusia kan geram melihat. Seperti kejadian di Sempidi (pengeroyokan). Akhirnya tyang (saya) perintahkan pecalang untuk aktifkan patroli. Biasanya ada pecalang kok. Biasanya kita patroli dari jam 3-5 (dini hari). Karena rawannya banyak buang sampah liar,” pungkasnya.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan adanya laporan terkait aksi pengeroyokan tersebut.

Laporan yang dibuat oleh pelapor dalam bentuk pengaduan masyarakat (Dumas) di Polresta Denpasar.

“Benar, masih Dumas di Polresta,” ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi saat dikonfirmasi terpisah.
Korbannya Relawan De Gadjah

Dalam perkembangannya, dua korban pengeroyokan di Jalan Buana Kubu, Denpasar diketahui bagian dari Relawan De Gadjah.

“Kebetulan korbannya itu Relawan De Gadjah,” ungkap Kelian Dusun Banjar Buana Kubu, Putu Pasek Juliarta.

Baca juga: Viral Bule Amerika Diduga Culik Bocah di Kuta Selatan, Polisi akan Periksa Kondisi Kejiwaan Pelaku

Terpisah, Made Muliawan Arya alias De Gadjah selaku Pembina Relawan De Gadjah mengaku mempercayakan kasus tersebut ke pihak berwajib. Sebab, Indonesia merupakan negara hukum.

De Gadjah juga memohon agar kasus pengeroyokan tersebut mendapat atensi dari kepolisian.

“Semua kasus hukum, kasus ini, kami serahkan ke polisi karena ini negara hukum. Kami serahkan ke pihak berwajib. Kami mohon agar jadi atensi khusus,” ungkap De Gadjah, Jumat (29/3).

Guna mengetahui kondisinya, De Gadjah berencana menjenguk korban dan memberi support. Baik moral maupun materi.

Dia berharap agar para pelaku pengeroyokan dapat segera dibekuk petugas.

“Kita akan lihat dan tengok dulu korban.Saudara kita. Kita support moral dan materi. Intinya kami akan kawal terus dan sepenuhnya menyerahkan ke pihak yang berwajib untuk ditindaklanjuti dan menangkap para pelaku,” pungkasnya. (tribun bali/mah)

>>> Baca berita terkait <<<

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved