Seputar Bali
Penanganan Sampah Berbasis Sumber di Badung Belum Maksimal, Sekda Sebut Kembali Digencarkan
Penanganan pengolahan sampah di Kabupaten Badung jauh dari maksimal. Pasalnya hingga saat ini sampah masih dibuang ke TPA Suwung
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Penanganan pengolahan sampah di Kabupaten Badung jauh dari maksimal. Pasalnya hingga saat ini setengah sampah Badung masih di Buang ke TPA Suwung.
Bahkan kini Badung kembali memaksimalkan penanganan sampah dari sumbernya. Padahal banyak desa yang belum bisa mengolah sampah.
Apalagi kini rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Badung kian tak jelas, setelah mendapat penolakan dari masyarakat Sangeh, Abiansemal Badung.
Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan bahwa bahwa saat ini Badung masih memaksimalkan Pengolahan Sampah dari sumbernya.
Baca juga: Tujuh Pemakai Sabu dan Hasis Diringkus Selama Maret 2024
Artinya penanganan sampah di Badung saat ini melalui wilayah-wilayah baik itu desa maupun kelurahan.
"Jadi kita saat ini memaksimalkan penanganan sampah berbasis sumber,”
“Karena di Badung ada 46 desa dan 16 kelurahan sehingga kita maksimalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) yang ada," ujar Adi Arnawa Minggu 31 Maret 2024.
Pihaknya mengakui mendorong untuk melengkapi sarana dan prasarana TPS3R itu. Bahkan pemkab Badung sudah memberikan alat pencacah di beberapa TPS3R itu.
"Apapun nanti keperluan pada TPS3R, itu yang akan kita dorong. Kita maksimalkan semua itu," ucapnya.
Nah untuk TPST, pihaknya mengaku tetap akan dilakukan atau dibangun, namun masih dalam kajian.
"Memang kemarin ada polemik di Masyarakat. Tapi mereka tidak menolak, namun yang menjadi masalah tempatnya saja," bebernya.
Baca juga: Mayat Balita Ditemukan Tertelungkup di Pinggir Pantai Indah, Diduga Jatuh ke Sungai Lalu Hanyut
Dirinya mengakui, Badung masih tetap akan membangun TPST dengan berbagai teknologi. Sehingga nanti tidak banyak memanfaatkan lahan-lahan untuk proyek tersebut.
"Dari segi efektivitas dan pengolahan agar maksimal. Saya kira kita di Badung bisa melaksanakannya,”
“Namun, Kita masih masih mengkaji teknologinya, karena banyak sekali yang menawarkan teknologi, namun tidak maksimal," imbuhnya.
Seperti diketahui, dari dulu Pemkab Badung gembar gembor akan menuntaskan masalah sampah dari sumbernya. Namun mirisnya malah setiap harinya Badung membuang 250 Ton sampah ke TPA Suwung.
Dari informasi yang di gali di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung sampah Tidak menutup kemungkinan beberapa sampah juga di olah di TPST dan TPS3R yang ada di setiap desa.
Saat ini Badung menghasilkan 534 Ton sampah setiap harinya. Dari ratusan sampah itu yang di buang ke TPA Suwung sebanyak 250 ton sampah. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.