Berita Denpasar

Berlaga Dengan Dana Terbatas di Peparnas, NPCI Bali Butuh Dana Idealnya Rp 6 Miliar

Berlaga Dengan Dana Terbatas di Peparnas, NPCI Bali Butuh Dana Idealnya Rp 6 Miliar, Pemprov Hanya Gelontor Rp 2 Miliar

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Fenty Lilian Ariani
Istimewa
National Paralympic Committee Indonsia (NPC) Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dana yang diperoleh National Paralympic Committee Indonsia (NPC) Bali tidak seperti yang diharapkan karena hanya mendapatkan gelontoran Rp 2 Miliar dari Pemerintah Provinsi Bali tahun 2024 ini. 

Ketum NPCI Bali I Gede Komang Dharmawijaya menganggap, nominal itu dinnilai masih belum sepadan dengan biaya segala kebutuhan dan persiapan kontingen karena dana yang diajukan sebesar Rp 6 Miliar, sehingga dana Rp 2 MIliar dirasanya cukup terbatas untuk operasional dan lain sebagainya. 

"Kami berangkatkan tim NPCI Bali ditengah keterbatasan anggaran. Ya, anggaran kita tahun ini Rp2 Miliar. Sebenarnya, kami mengajukan anggaran tahun ini sebesar Rp6 Miliar. Namun, kami optimis bisa meraih hasil positif nantinya," kata Ketua NPCI Bali di Denpasar, pada Senin 1 April 2024. 

NPCI Bali bakal berlaga di  ajang Peparnas XVII 2024 di Sumut-Aceh. Dengan keterbatasan yang ada  di NPCI Bali dan demi prestasi seharusnya Pemprov Bali melalui Biro Kesra bisa mengucurkan Dana sebesar yang diajukan.


Hal tersebut juga bertujuan untuk mengharumkan nama Bali di kancah nasional melalui Peparnas, tidak hanya sekadar di PON XXI 2024 saja.

Ia berharap, Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya turun tangan dalam memajukan olahraga di Pulau Dewata untuk sokongan Peparnas yang digelar usai PON XXI 2024, Sumut-Aceh. 

Dharmajaya mengungkapkan, dalam Peparnas XVII 2024, Bali mengirimkan total 38 atlet mereka yang didampingi 19 orang tim official.

38 atlet tersebut terbagi dalam beberapa cabor seperti angkat berat dan atletik yang menjadi andalan, kemudian catur, judo, renang, dan tenis meja.

NPCI Bali menargetkan perolehan emas yang lebih baik dibandingkan saat di Papua tiga tahun lalu.

Baca juga: Hadapi Vonis Kamis Besok, Septian Minta Keringanan Hukuman Tempel Sabu dan Inek di Tuban


Saat itu, Kontingen Peparnas Bali meraih 12 emas, 8 perak, dan empat perunggu. 

Dirinya menambahkan, sudah melakukan upaya lain dengan mengajukan tambahan anggaran di RAPBD Perubahan. 

Namun, dia juga meraba kemungkinan untuk mencoba mendapatkan pendanaan CSR dari beberapa BUMN atau pihak lainnya, sehingga persiapan bisa lebih matang. 

Namun hasilnya tetap buntu, dan dana tetap Rp2 Miliar saja yang didapatkan.

"Memang kebutuhan idealnya itu 6 miliar selama setahun, namun untuk tahun ini hanya Rp2 miliar saja," ucapnya.

Meskipun sumber dana sangat minim, tapi NPCI Bali tetap berkeyakinan untuk meningkatkan perolehan medali, utamanya medali emas sesuai dengan tema Go For Gold. 

Baca juga: Penyelundupan Penyu Masif Karena Permintaan Yang Tinggi, Asal Penyu Hijau Dari Luar Pulau Bali


Dharmajaya berharap atlet yang dikirim pada ajang bergengsi itu tidak patah arang dan terus berjuang untuk mengharumkan nama Bali.

"Operasional tahunan tidak terlalu besar. Saat ini fokus Peparnas saja. Kejurprov tahun ini tidak ada. Maka dengan anggaran itu, dioptimasi ke Peparnas saja," ucapnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved