Berita Badung

Hujan Deras, Sejumlah Titik di Badung Dikepung Genangan Air, Digunakan Bule Bermain Surfing

Dampak hujan deras, banjir di sejumlah titik di Badung, Jl. Pantai Kuta digunakan oleh bule untuk bermain surfing

Istimewa
Situasi banjir yang terjadi di Jalan Sunset Road Kuta Badung pada Kamis 4 April 2024 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Hujan deras yang terjadi sejak Kamis 4 April 2024 dini hari, mengakibatkan debit aliran di Tukad Mati Legian tinggi dan meluber.

Akibatnya sejumlah titik di wilayah Kuta tergenang air hujan seperti di Jl. Pantai Kuta, Jl. By Pass Ngurah Rai Simpang Siur Patung Dewa Ruci, Jl. Jangkong Sari, hingga Jl. Blambangan.

Bahkan genangan air di Jl. Pantai Kuta digunakan oleh bule untuk bermain surfing dan videonya viral di media sosial.

Hingga sore hari luapan dan debit air di Tukad Mati Legian belum terjadi penurunan yang signifikan mengakibatkan di seputaran Jl. By Pass Ngurah Rai Simpang Siur Patung Dewa Ruci masih tergenang air hujan.

Baca juga: BPBD Rilis Bencana Banjir di Bali, Bangli hingga Tabanan Berpotensi Hujan Lebat 5-6 April 2024

"Hujan deras sejak dini hari tadi mengakibatkan banjir sejumlah titik di beberapa wilayah terutama yang berada pada aliran sungai Tukad Mati. Bahkan banjir menggenang hingga ke TK Indra Prasta Kuta," ujar warga Kuta, Agung Rai.

Mengenai sejumlah ruas jalan nasional yang tergenang air hujan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Provinsi Bali, Muhammad Solthon tidak memungkiri bahwa wilayah itu-itu saja yang tergenang air.

Menurutnya, meskipun infrastruktur seperti trotoar dan saluran pembuangan telah diperbesar, pembuangan sampah oleh masyarakat masih menjadi faktor utama penyebab banjir khususnya di Kuta Selatan.

“Jadi permasalahannya selalu itu-itu saja. Permasalahan yang dari atas di Universitas Udayana mengalir ke bawah, kami sampai membuat jaring yang dipasang di dekat KFC agar tidak masuk ke saluran kami,” ujar Sholton.

Terkait dengan kondisi di Bypass Ngurah Rai Nusa Dua, ia menyatakan bahwa tidak ada masalah berarti karena sudah banyak dilakukan sodetan.

Namun, ia menyoroti perlu adanya tindakan dari BWS untuk membersihkan gorong-gorong di Sekolah Luar Biasa (SLB) Badung agar air dapat mengalir lancar ke laut

Sebagai upaya terhadap penanggulangan kondisi ini, tim penanggulangan banjir telah dikerahkan untuk melakukan penyedotan air di beberapa titik kritis.

"Kami telah menempatkan pompa di tiga titik utama, yaitu di By Pass Ngurah Rai Nusa Dua, Jalan Sunset Road, dan Simpang Dewa Ruci," ungkap Solthon.

Ia menambahkan hingga pukul 13.50 Wita siang, upaya penyedotan air tersebut telah membuahkan hasil dengan penurunan volume banjir sekitar 50 persen.

Penanganan cepat ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir yang mengganggu aktivitas warga dan pengendara di kawasan tersebut.(*)

Kumpulan Artikel Badung

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved