Populer Bali

Viral Bali: Analisis BMKG Soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Bali, NTB, NTT & Sorotan Banjir di Denpasar

Berikut kompilasi berita Viral Bali sepanjang 24 jam terakhir yang menjadi sorotan hangat krama Bali.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ady Sucipto
Istimewa
Bibit Siklon Tropis 96S Terdeteksi, Picu Terjadinya Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Termasuk Bali 

Dengan kondisi hujan gerimis, tiba-tiba Suadiasa mendengar suara kayu berderak yang dilanjutkan dengan pohon tumbang.

“Waktu itu hujan, gerimis, nggak keras. Saya di bawahnya nyapu, terus ada suara keras dan pohonnya tumbang. Sekitar pukul 07.30 (Wita),” tuturnya kepada Tribun Bali.

Beruntung, kejadian tersebut tak memakan korban jiwa. Sebab, pegawai coffee shop banyak yang terlambat lantaran terkendala cuaca.

“Belum ada karyawan. Sebenarnya sudah ada, tapi karena hujan, jadi banyak yang telat,” katanya.

Menindaklanjuti hal tersebut, dia menghubungi manajer coffee shop untuk selanjutnya diteruskan kepada Franky selaku pemilik.

Sekitar 15 menit berselang, personel DLHK dan instansi terkait tiba di TKP dan segera melakukan evakuasi.

Pohon tumbang ini memiliki diameter sekitar 1 meter dengan ketinggian 15 meter.

Sementara itu, hujan kemarin menyebabkan beberapa lokasi di Denpasar dikepung banjir. Beberapa ruas jalan hingga perumahan terendam termasuk juga sekolah.

Salah satu sekolah yang terendam adalah SDN 11 Padangsambian di Kelurahan Padangsambian. Tagana Denpasar, Made Tara menyebutkan, air mulai naik pada pukul 04.00 Wita.

 “Hujan lebat tidak berhenti sejak pukul 01.00. Karena volume sungai kecil dan debit air besar, maka airnya naik dan masuk ke sekolah,” kata Tara.

Ia menyebut ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Bahkan jalan menuju sekolah pun terendam sangat tinggi dan menyebabkan sekolah yang berada di bawahnya terendam lebih dalam.

Tak hanya sekolah, rumah yang ada di kawasan Perum Buana Permai dekat sekolah tersebut juga terdampak banjir.

Namun karena sudah langganan, Tara menyebut warga sudah memiliki mitigasi dalam mengatasi banjir tersebut.

Kepala SDN 11 Padangsambian Ni Luh Wiari Astuti mengatakan, karena air sangat tinggi, siswa pun tidak ke sekolah.

“Semua siswa belajar daring sampai situasi normal. Ada 620 siswa di sekolah ini,” jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved