Berita Denpasar
Di Denpasar Tercatat 1858 Orang Menderita Tuberkolosis, Meningkat Sejak 2022 Lalu
Seribuan orang di Denpasar dinyatakan menderita tuberkolosis atau TB. Para penderita pun harus mengonsumsi obat secara rutin
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Di Denpasar Tercatat 1858 Orang Menderita Tuberkolosis, Meningkat Sejak 2022 Lalu
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seribuan orang di Denpasar dinyatakan menderita tuberkolosis atau TB.
Para penderita pun harus mengonsumsi obat secara rutin dan tak boleh putus di tengah jalan sesuai waktu yang ditentukan.
Ketua Harian Pemberantasan Penyakit Tuberkulose Indonesia (PPTI) Cabang Kota Denpasar, IGN Wibawa mengatakan tahun 2023 tercatat ada 1858 kasus TB.
Baca juga: TBC Bisa Sembuh Dengan Perhatian Ekstra! Tahun 2030 Diharapkan Sudah Tidak Ada Lagi Penyakit Ini
Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2022 lalu.
Di mana di tahun 2022 tercatat ada sebanyak 1416 kasus.
Ia mengatakan, hal ini karena meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri.
"Saat ini kami pantau selain penderita TB di keluarga, keluarga yang tidak kena TB juga memeriksakan diri. Sehingga diketahui lebih dini bila kena TB," katanya.
Baca juga: Cegah Kasus TBC di Kota Denpasar, PPTI Gelar Sosialisasi di Panti Asuhan
Mengingat bila kena virus TB baru bisa diketahui setelah minimal setahun atau kondisi bandan sedang tidak sehat.
"Kami terus mendorong bila di keluarga ada yang kena TB agar keluarga lain juga memeriksakan diri,” harapnya.
Pihaknya terus memberikan pendampingan pada penderita dengan mensosialisasikan minum obat pada yang tepat yakni PMO (pengawas penelan obat).
Baca juga: PEKERJA CAFE Dicek HIV/AIDS dan TBC di Gilimanuk, Simak Selengkapnya!
Ia mengharapkan penderita tuberkolosis (TB) yang meminum obat dalam jangka waktu cukup panjang, yaitu enam bulan secara berkesinambungan, atau tidak boleh berhenti sebelum waktu yang ditentukan tersebut.
Hal tersebut agar tidak terjadi resistensi atau kuman menjadi kebal bila tidak mengikuti aturan meminum obat itu secara teratur.
Sementara itu, Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) I Nyoman Dana, mengatakan penderita TB harus tetap memperhatikan kesehatannya tertmasuk kesehan keluarga sekitarnya.
"Kami berharap penderita TB memperhatikan keluarga yang lain karena penyakit ini menular," katanya.
Sehingga diharapkan Kota Denpasar bisa terbebas dari kasus TB. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.