Berita Denpasar
Cegah Kasus TBC di Kota Denpasar, PPTI Gelar Sosialisasi di Panti Asuhan
Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) melakukan sosialisasi untuk mencegah kasus TBC atau tuberkolosis di panti asuhan.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) melakukan sosialisasi untuk mencegah kasus TBC atau tuberkolosis di panti asuhan.
Hal ini karena panti asuhan terdapat banyak orang yang tinggal memiliki risiko tinggi untuk penyebaran TBC (tuberkulosis).
Terlebih lagi bila telah ditemukan kasus TBC di panti asuhan tersebut.
Baca juga: Jembrana Dapat Apresiasi Terbaik Screening Terduga TBC 2022, 43 Warga Positif TBC
Hal tersebut disampaikan pimpinan pelaksana Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Wibawa saat melakukan sosialisasi pencegahan kasus TBC di Panti Asuhan Adzkiyah Al-Khair.
"Untuk pencegahan TBC, lebih bagus bila melibatkan lebih banyak pihak. Karena dengan demikian, kita harapkan masyarakat semakin memahami bahaya TBC. Karena selama ini masih banyak masyarakat yang tidak mau memeriksakan diri saat ada gejala TBC," kata Ngurah Wibawa.
Baca juga: Alumni SMANSA Bantu 100 Paket PMT Bagi Penderita TBC di Denpasar
Menurutnya setelah ditemukan kasus TBC di panti asuhan ini di tahun 2021 perlu dilakukan sosialisasi lebih masif, agar masyarakat yang tinggal di panti asuhan lebih memahami bagaimana mencegah kasus TBC khususnya di lingkungan panti asuhan.
Ngurah Wibawa untuk kasus TBC di Kota Denpasar baru ditemukan 30 persen dan dari 30 persen tersebut tingkat kesembuhannya mencapai 80 persen.
"Mengingat masih tingginya kasus TBC yang belum ditemukan perlu lebih gencar melakukan sosialisasi seperti sekarang ini," katanya.
Baca juga: Tidak Hanya Serang Paru-Paru tapi juga Otak, Kenali Gejala TBC pada Anak
PPTI Kota Denpasar dalam menemukan kasus yang terjadi, telah membentuk 30 kader tersebar di masing-masing desa/kelurahan.
Dengan terbentuknya kader diharapkan kasus TBC di Kota Denpasar dapat dicegah.
Sementara Iklas Tunggal Mulyandari dari Tim Program PR Pendahuli Komunitas Pendahuli pusat menyampaikan saat ini posisi Indonesia untuk kasus TBC menduduki peringkat kedua setelah India kemudian Cina, dengan jumlah kasus tuberkulosis terbanyak di dunia pada tahun 2021, yakni 969.000 kasus.
Baca juga: Indonesia Masuk 3 Besar Penderita TBC di Dunia, Begini Arahan Presiden Jokowi
Dari jumlah tersbut baru 45,7 persen telah dilaporkan san sebanyak 54,3 persen belum dilaporkan.
"Tidak dilaporkan menurut kami karena kemungkinan kasus belum ditemukan," katanya.
Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi yang lebih masif sehingga masyarakat mengerti akan bahanya TBC.
Baca juga: Setelah India dan China, Indonesia Masuk 3 Besar Penderita TBC di Dunia
Iklas Tunggal Mulyandari menambakan untuk di Kota Denpasar sendiri secara nasional sudah tidak banyak ditemukan kasus TBC.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.