Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hari Raya Idul Fitri

Potensi Hujan Ringan Hingga Lebat Saat Malam Takbiran dan Lebaran di Bali

Hujan ringan hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Bali saat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah 10-11 April 2024

Dok. Tribun Bali
Ilustrasi hujan - Cuaca Bali Hari Ini 17 Oktober 2022, Hampir Sebagian Besar Wilayah Bali Akan Diguyur Hujan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hujan ringan hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Bali saat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah 10-11 April 2024, namun cuaca secara umum diprediksi berawan.

Sebagaimana disampaikan Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho dalam keterangannya, pada Selasa 9 April 2024. 

"Prediksi cuaca tiga hari kedepan 9-11 April 2024 cuaca secara umum diprediksi berawan, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sebagian besar wilayah Bali," kata Cahyo.

Dia menjelaskan, potensi hujan ringan hingga lebat tersebut disebabkan oleh fase 4 maritime continent yang berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. 

"Terdapat daerah konvergensi di sekitar wilayah Bali yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan," jelasnya. 

Sementara itu, untuk angin umumnya bertiup dari arah Timur ke Selatan dengan kecepatan berkisar 4 hingga 40 kilometer per jam dengan suhu udara 22 - 34 derajat celcius. 

Sedangkan tinggi gelombang laut di Perairan Utara Bali berkisar 0,5 - 1 meter, di Perairan Selatan Bali berkisar 0,5 - 2 meter, di Selat Bali 0,75 - 2 meter, dan di Selat Lombok berkisar 0,75 - 2 meter. 

Sebagai peringatan dini, masyarakat juga diminta waspada potensi hujan sedang - lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berdurasi singkat terutama di wilayah Bali bagian Utara, Barat, Tengah, Timur.

Serta tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di Perairan Selatan Bali.

"Imbauannya masyarakat agar tetap waspada akan dampak cuaca ekstrem seperti genangan air, banjir, tanah longsor dan pohon tumbang," kata Cahyo.

"Termasuk nelayan, pelaku kegiatan wisata bahari untuk waspada potensi tinggi gelombang air laut mencapai 2 meter atau lebih di Perairan Selatan Bali," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved