Pilkada 2024

Giri Prasta-Koster Berebut Rekomendasi PDIP untuk Pilgub, Gianyar dan Klungkung Sudah Tentukan Sikap

Maraknya baliho bertulisan Giri Untuk Bali yang bertebaran di beberapa lokasi di Badung dan Denpasar membuat masyarakat bertanya-tanya apakah Giri Pra

ISTIMEWA/KOLASE
Kolase - I Wayan Koster dan Giri Prasta - Giri Prasta-Koster Berebut Rekomendasi PDIP untuk Pilgub, Gianyar dan Klungkung Sudah Tentukan Sikap 

Giri Prasta dan Koster Bersaing, Berebut Rekomendasi DPP PDIP untuk Pilgub Bali, Gianyar dan Klungkung Sudah Tentukan Sikap

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Maraknya baliho bertulisan Giri Untuk Bali yang bertebaran di beberapa lokasi di Badung dan Denpasar membuat masyarakat bertanya-tanya apakah Giri Prasta bersaing dengan Wayan Koster yang merupakan petahana untuk merebut rekomendasi calon gubernur Bali.

Mengingat nama Giri Prasta kini mencuat akan maju merebut kursi calon gubernur Bali.

Baca juga: Beda Aliran PDIP di Pilkada Bali 2024: Jembrana Belum Tentukan Arah, Gianyar Kembali Usulkan Koster

Apalagi di masyarakat terdengar hubungan Giri Prasta dan Wayan Koster sudah renggang. Hal itu terlihat saat Koster masih menjabat sebagai Gubernur Bali, Giri Prasta jarang hadir bertemu dengan Koster jika ada kegiatan atau ada acara di Provinsi Bali.

Namun kini baliho Giri Prasta yang bertuliskan Giri Untuk Bali tidak hanya muncul di wilayah Badung, namun juga wilayah Denpasar.

Selain itu dukungan secara langsung untuk Giri Prasta menjadi Gubernur Bali juga banyak bertebaran di media sosial, termasuk pembuatan polling membandingkan Giri Prasta dan Wayan Koster.

Baca juga: Jelang Pilgub Bali 2024, Baliho GIRI UNTUK BALI, Terpantau di Sudut Stadion Ngurah Rai

Namun mengenai kabar itu Giri Prasta tidak mau membeberkannya.

Dirinya hanya tersenyum dan menyebut bahwa itu dibuat oleh teman-teman media. "Tidak ada seperti itu (Merebut rekomendasi, Red).

Mungkin teman-teman media aja yang buat seperti itu," ujarnya sambil tertawa, saat ditemui Tribun Bali di Banjar Untal-untal Dalung, Jumat (12/4/2024).

Namun dirinya mengaku, selama menjabat dirinya ingin melaksanakan konsep Bali yakni Tanam Tuwuh. Menurutnya Tanam itu menaruh dan Tuwuh itu jiwa.

Artinya pihaknya akan menanam hal-hal yang baik.

"Jadi Tanam Tuwuh itu contohnya Bale Banjar, Wantilan, Pura dan seterusnya," kata Giri Prasta.

Nah selanjutnya Ketua DPC PDI Perjuangan Badung itu mengaku jika sudah melaksanakan Tanam Tuwuh maka nanti akan ada Titah Tuwuh.

Titah Tuwuh yang dia maksud yakni perintah alam.

"Kalau memang alam sudah memerintah, sehebat apapun orang dan sebanyak apapun orang, tidak akan pernah bisa mengalahkan perintah alam. Maka kepercayaan kita adalah ketika kepercayaan alam ini ada cakra yang melingkar," bebernya.

Ditanya jika Giri Prasta mendapat perintah atau direkomendasikan sebagai calon gubernur? Pihaknya tersenyum dan meminta media jangan berandai-andai.

"Iya jangan berandai-andai dulu lah," imbuhnya.

Seperti diketahui, baliho I Nyoman Giri Prasta bermunculan jelang Pilkada serentak pada November 2024. Bahkan pada baliho yang berisi tulisan Giri Untuk Bali sudah terpasang di beberapa titik seperti di Denpasar, Jalan Raya Kapal maupun di simpang Polres Badung.

Ada kemungkinan Giri Prasta akan merebut rekomendasi dengan petahana yakni I Wayan Koster, mengingat mereka sama-sama dibesarkan dari PDIP.

Menyikapi kabar itu Giri Prasta yang kini menjabat Bupati Badung itu pun angkat bicara. Saat ditemui Tribun Bali, Giri Prasta malah tertawa dan mengaku tidak tahu hal itu. "Maaf demi Tuhan, saya tidak tahu. Nanti jangan bilang saya ya. Saya tidak tahu," tegasnya.

Meski banyaknya dukungan dan aspirasi dari masyarakat, Giri mengaku tidak akan mencalonkan diri. Pihaknya masih menunggu arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), terutama arahan ketua umum Megawati Soekarnoputri.

"Tidak (mencalonkan, Red), sudah pasti tidak. Kami akan menghormati penuh keputusan dari Presiden RI ke-5 Ibu Hj Megawati Soekarnoputri," imbuhnya.

Menjelang Pilgub November 2024, dukungan kepada Giri Prasta mulai mengemuka. Hal ini terlihat dari bertebarannya baliho Giri Prasta berukuran besar di sejumlah titik strategis.

Baliho hitam putih tersebut bergambar wajah Giri Prasta memakai udeng dan baju safari hitam. Terdapat tulisan dengan huruf kapital berukuran cukup besar: GIRI UNTUK BALI. Di bawahnya ada tulisan latin dengan ukuran lebih kecil; Kawal Sampai Jadi.

Dari pantauan Tribun Bali, baliho GIRI UNTUK BALI sudah terpasang di wilayah Kota Denpasar. Salah satunya di kawasan strategis Kota Denpasar yakni di sudut Stadion I Gusti Ngurah Rai, Jalan WR Supratman.

Sebelumnya dua baliho yang sama terpantau dipasang di wilayah Mengwi, Badung. Masing-masing di persimpangan Beringkit –dekat Mapolres Badung, serta Jalan Raya Kapal –dekat pertigaan patung Hanoman.

Belum diketahui siapa kelompok masyarakat atau relawan yang memasang baliho GIRI UNTUK BALI tersebut. Pada baliho tersebut, tidak ada tercantum nama komponen masyarakat atau relawannya.

Beberapa DPC PDIP di Bali sudah memberikan dukungan kepada Wayan Koster untuk kembali maju menjadi Gubernur Bali pada Pilgub 2024.

Berbeda dengan DPC PDIP Badung yang tidak mau memperlihatkan akan mendukung siapa sebagai cagub. Bahkan sang panglima perang Koster pada Pilgub 2018 silam yakni I Nyoman Giri Prasta juga belum memberikan dukungan kepada Wayan Koster yang saat ini menjabat Ketua DPD PDIP Bali dan juga petahana.

Malah Giri Prasta diisukan akan ikut bertarung merebut kursi Gubernur Bali. Artinya mereka akan merebut rekomendasi dari DPP, terutama dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Giri Prasta saat ditemui, Jumat (12/4), mengaku PDIP Badung belum mengambil langkah karena masih menunggu arahan dari DPP Pusat.

"Kami belum melakukan (Dukungan, mengusung calon, Red). Kami di Kabupaten Badung kan nanti ada ketentuan dari DPP. Bahkan kemungkinan besar akan ada pendaftaran bakal calon. Iya seperti dulu," katanya.

Siapa yang mendaftar nantinya akan diserahkan ke DPP.

Dirinya mengaku tidak pernah mau mendahului keputusan partai. "Kami di Badung tidak akan pernah mendahului keputusan partai.

Termasuk nanti di Badung apa mencalonkan kader atau di luar kader kan keputusan Pusat, bukan keputusan Giri Prasta," bebernya.

Hanya saja dirinya bergerak saat ini, hanya ingin berbagi untuk Bali. Bahkan program Angelus Bhuwana yang dikeluarkan, menurutnya bukan kali ini saja, namun ada sejak 2018.

"Ini program bukan sekarang saja, bahkan ini sudah ada sejak 2018. Jadi saya bergerak, dan berbagi untuk Bali," imbuhnya.

DPC PDIP Gianyar akan mengusulkan Wayan Koster sebagai calon gubernur dalam Pilgub Bali 2024. PDIP Gianyar menilai, Koster telah teruji dan memiliki komitmen kuat terhadap masa depan Bali.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris PDIP Gianyar, I Ketut Sudarsana, Rabu (10/4). Ketua Fraksi PDIP DPRD Gianyar itu mengatakan, kepemimpinan Koster tidak perlu diragukan lagi.

Di mana sejak menjabat sebagai Gubernur Bali periode 2018-2023, politikus asal Buleleng tersebut telah membawa Bali pada kemajuan, dengan tidak mengesampingkan tradisi dan budaya.

Kata dia, di tangan Koster, Bali mengalami kemajuan infrastruktur. Selain infrastruktur umum, seperti membuat jalan shortcut, Koster juga telah menancapkan pondasi dalam pelestarian seni, budaya serta tradisi.

Salah satunya penataan parkir di Pura Agung Besakih, hingga pondasi untuk pembuatan Art Center di Klungkung, yang tentunya akan memecah kemacetan Kota Denpasar saat Pesta Kesenian Bali berlangsung.

Dari segi ekonomi, kata Tut Sana sapaannya, Koster juga terbukti piawai. Hal tersebut terlihat saat pandemi Covid-19, perekonomian Bali bisa pulih dengan cepat, dan pembangunan infrastruktur tetap bisa berjalan.

Tut Sana berharap, sosok seperti Koster tidak disia-siakan. Sebab Bali membutuhkan karakter seperti Koster, tokoh yang 'pesaje' atau apa yang dikatakan, meskipun terdengar keras, namun itu adalah kebenaran.

DPC PDIP Klungkung mengisyaratkan tetap memberi dukungan ke pasangan incumbent Koster-Ace dalam Pilgub 2024. Namun PDIP Klungkung tetap menunggu keputusan DPP terkait rekomendasi yang akan diusung untuk Pilgub Bali.

"Untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur, diputuskan untuk mendukung incumbent yang maju (Koster-Ace)," ujar Ketua DPC PDIP Klungkung Anak Agung Gde Anom.

Menurutnya, pasangan calon (paslon) incumbent memang didahulukan oleh partai. Jikapun nanti ada perubahan, itu sepenuhnya kewenangan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Sementara itu, khususnya di Klungkung, ada beberapa kader yang potensial menjadi cagub atau cawagub, salah satunya mantan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

DPC PDIP Jembrana belum mengambil sikap atas isu nama-nama Calon Gubernur Bali yang beredar belakangan ini. Pengurus partai mengaku masih akan melaksanakan rapat internal untuk menentukan arah di Pilgub serta Pilkada Jembrana 2024.

Ketua DPC PDIP Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengatakan, pihaknya di internal akan menyampaikan secara utuh hasil rapat internal dalam waktu dekat dan di waktu yang tepat.

Terkait apakah sudah menentukan arah dukungan terhadap cagub pada Pilgub Bali, Wakil Bupati Jembrana periode 2010-2020 ini mengakui pihaknya belum menggelar rapat secara internal.

PDIP Bisa Sendiri, yang Lain Perlu Koalisi

PEMILIHAN umum legislatif (Pileg) 2024 yang berlangsung pada Februari lalu menjadi acuan bagi partai politik dalam menentukan langkah politiknya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada), November 2024. Sebab perolehan jumlah kursi anggota DPRD provinsi berpengaruh dalam bisa tidaknya parpol mengusulkan jagoannya pada Pilkada.

Untuk Bali, hanya 6 partai politik yang berhasil meraih kursi DPRD Bali pada Pileg lalu. Terbanyak diraih PDIP, yang mengamankan 32 dari 55 kursi DPRD Bali. PDIP hadir mendominasi perolehan kursi DPRD Bali dengan 58,18 persen.

Kedua, disusul Gerindra yang meraih 10 kursi DPRD Bali atau 18,18 persen. Ketiga, masih parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada Pilpres lalu. Golkar di Bali menggaet 7 kursi DPRD Bali atau 12,72 persen.

Keempat dan selanjutnya, yakni Demokrat dengan raihan 3 kursi DPRD Bali atau 5,45 persen, NasDem 2 kursi DPRD Bali atau 3,63 persen, dan terakhir PSI yang berhasil mempertahankan 1 kursi DPRD Bali atau setara 1,81 persen.

Sementara itu, Pasal 40 ayat (1) dalam UU No 10 Tahun 2016 menerangkan, partai politik atau gabungan partai politik dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota DPRD di daerah yang bersangkutan.

Merujuk pada aturan tersebut, PDIP di Bali dapat mengusung calon gubernur dan wakil gubernur secara mandiri alias tanpa koalisi. Sebab PDIP di Bali yang diketuai Wayan Koster itu berhasil mengoleksi 58,18 persen kursi di DPRD Bali.

Sementara itu, parpol lainnya harus berkoalisi agar dapat mengusung cagub dan cawagub Bali. Bila skenario Koalisi Indonesia Maju (KIM) dimunculkan pada Pilgub Bali, maka Gerindra, Golkar, Demokrat, dan PSI dapat mengusung cagub dan cawagub. Sebab perolehan kursi anggota DPRD Bali dalam koalisi tersebut mencapai 21 kursi atau 38,18 persen.

Setelah memastikan kemampuan partai politik dalam mengusung pasangan calon, kini mereka mulai berhitung dan berkomunikasi soal sosok yang akan diusung. Seperti di internal PDIP Bali yang dapat mengusung paslon secara mandiri, muncul sejumlah nama yang digadang-gadang akan mendapat rekomendasi.

Pertama, adalah Wayan Koster selaku Ketua DPD PDIP Bali yang juga eks Gubernur Bali periode 2018-2023. Pria asal Buleleng itu disebut akan kembali mengikuti perebutan kursi Gubernur Bali pada periode keduanya. Tak hanya disampaikan jelang masa akhir jabatannya pada 2023 lalu, sejumlah DPC PDIP kabupaten/kota di Bali juga telah menegaskan dukungannya kepada Koster.

Sementara itu, muncul sosok Ketua DPC PDIP Badung yang juga Bupati Badung dua periode, I Nyoman Giri Prasta. Pria asal Petang, Badung itu kerap memberikan dana hibah hingga ke lintas kabupaten/kota di Bali yang dinilai mengandung simbol-simbol politik. Bahkan, beredar baliho dukungan kepada Giri Prasta untuk maju dalam Pilgub Bali di sejumlah titik Badung dan Denpasar.

Wayan Koster pun meminta publik untuk seyogianya menunggu rekomendasi dari DPP. “Sebaiknya tunggu saja rekomendasi partai,” ungkapnya saat dihubungi Tribun Bali, Senin (8/4) lalu. Surat rekomendasi itu akan diturunkan DPP ke DPD partai pada Juli 2024. Artinya, keputusan soal sosok yang “direstui” DPP akan muncul satu bulan sebelum KPU membuka pendaftaran pasangan calon.

Dari kubu KIM, Golkar mulai mengerucutkan nama-nama yang berpotensi diusung pada Pilkada. Pada Sabtu (6/4) lalu, Golkar melakukan pertemuan dengan mengundang bakal calon kepala daerah yang berlangsung di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni XI A Kemanggisan, Jakarta Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali, nama Penjabat (Pj) Gubernur Bali SM Mahendra Jaya masuk dalam daftar undangan. Dalam undangan tersebut, nama SM Mahendra Jaya tercantum dalam kolom bertuliskan Provinsi Bali. Artinya, dia diproyeksikan oleh Golkar untuk berlaga pada Pilkada Bali. Ada dua nama lain yang juga berpotensi diusung Golkar yakni Ketua DPD I Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry dan eks Bupati Karangasem I Wayan Geredeg.

Sementara dari Gerindra, warganet mulai mengelu-elukan sosok Made Muliawan Arya, Ketua DPD Gerindra Bali. Bahkan tak jarang, pria yang akrab disapa De Gadjah itu justru “dijodohkan” publik untuk tampil bersama Giri Prasta yang notabene adalah kader PDIP Bali. Terkait keikutsertaannya dalam Pilgub Bali dan juga “perjodohan” dengan Giri Prasta, De Gadjah mengaku merasa terhormat.

“Saya merasa terhormat banget disandingkan dengan Giri Prasta. Beliau adalah politisi senior dan pengalaman bupati. Salah satu politisi luar biasa. Tetapi saya tidak merasa jumawa dan kepedean. Tetap menjadi intropeksi diri,” ungkapnya kepada Tribun Bali, Selasa (9/4).

Kendati demikian, De Gadjah mengaku situasi politik masih cair. Selain telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak, Gerindra Bali dikatakan tengah menanti keputusan DPP partai soal langkah politik dalam Pilgub Bali mendatang. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved