Bisnis
Beras Subsidi Kualitas Medium Masih Sisa 10 Ton, Tetap Tersedia di Pasar Banyuasri & Pasar Anyar
Kendati saat ini harga beras sudah mulai turun, namun beras tersebut tetap disediakan di gerai Pasar Banyuasri dan Pasar Anyar.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Perumda Swatantra masih menyediakan beras bersubsidi, untuk masyarakat dengan jumlah mencapai 10 ton.
Kendati saat ini harga beras sudah mulai turun, namun beras tersebut tetap disediakan di gerai Pasar Banyuasri dan Pasar Anyar.
Direktur Umum (Dirut) Perumda Swatantra, I Gede Bobi Suryanto, dikonfirmasi Minggu (14/4/2024) mengatakan, penyiapan beras subsidi ini sebelumnya dianggarkan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dikelola oleh Perumda Swatantra dan Perumda Pasar Argha Nayottama.
Hal ini dilakukan untuk mengintervensi harga beras di pasaran yang sempat melonjak.
Baca juga: Pemuda Badung Diminta Tidak Pergaulan Bebas dan Nikah Dini, Begini Alasannya!
Baca juga: RUPIAH Anjlok! Cadangan Devisa RI Terus Turun, The Fed Belum Pastikan Penurunan Suku Bunga Acuan
Di mana pada Maret kemarin saja, ada sebanyak 68 ton beras subsidi yang disediakan, dan seluruhnya habis terjual dengan harga yang lebih terjangkau.
Sementara pada awal April disediakan sebanyak 32 ton, untuk menekan lonjakan harga akibat dampak hari raya Idul Fitri.
Kini harga beras di pasaran mulai menurun. Sementara beras subsidi dengan kualitas medium yang disediakan tersisa tinggal 10 ton.
Beras tersebut, kata Bobi, saat ini dijual pihaknya seharga Rp 13 ribu per kilogramnya, sama dengan harga beras di pasaran.
"Waktu mendekat hari raya Idul Fitri harganya sempat melonjak, makanya kita siapkan 32 ton kualitas medium, dan sekarang tersisa 10 ton.
Sekarang harga di pasaran sudah turun, untuk beras kualitas medium Rp 13 ribu per kilo, super Rp 14 ribu per kilo dan premium Rp 15 ribu.
Beras subsidi ini juga kami jual dengan harga yang sama dengan di pasaran, jadi namanya bukan subsidi lagi," terang Bobi.
Bobi menyebut, harga beras diperkirakan akan semakin turun khususnya di minggu ke tiga bulan April ini.
Sebab para petani sudah mulai panen raya. Mengingat harga beras saat ini sudah mulai normal, pihaknya akan melakukan evaluasi apakah program beras bersubsidi ini akan dilanjutkan pada Mei atau di stop. (*)
| TRANSAKSI Local Currency Melonjak 163 Persen |
|
|---|
| IMBAS Konflik Timur Tengah, Harga Daging Sapi Naik 20 Persen, Eceran di Pasar Rp160.000 Per Kg |
|
|---|
| HARGA Ayam Hidup Anjlok Usai Hari Raya, Simak Alasan Selengkapnya |
|
|---|
| EKSPOR Sepatu Tembus USD 7,98 Miliar, Industri Alas Kaki Indonesia Moncer, Pasar Utama Didominasi AS |
|
|---|
| PENATAAN Titik Nol Singaraja Dipercepat, Kelistrikan Gedung Laksmi Graha Disiapkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/beras_20150520_122444.jpg)