Berita Jembrana

SAMPAH TPA Peh Jembrana Terus Meninggi! Excavator Sempat Rusak, Setiap Hari Terima 60 Ton Lebih 

Pemandangan ini bisa terlihat dari jarak 1 Km lebih dari lokasi TPA ini. Sejak dulu, kawasan untuk penampungan sampah ini terus meluas

Made Prasetia/Tribun Bali
 Kiriman sampah yang sempat meluber karena alat excavator rusak di TPA Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Senin 15 April 2024. 

TRIBUN-BALI.COM - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, saat ini dalam kondisi mengkhawatirkan.

Apalagi diperparah dengan rusaknya dua alat berat, yang bertugas sebagai penarik atau penataan sampah. Sampah sempat meluber di jalur menuju TPA atau halaman di depan kantornya, Senin 15 April 2024 sore.

Menurut pantauan, ketinggian tumpukan atau gunung sampah sudah mencapai puluhan meter. Setiap tahunnya, tumpukan terus meninggi hampir 3 meter.

Pemandangan ini bisa terlihat dari jarak 1 Km lebih dari lokasi TPA ini. Sejak dulu, kawasan untuk penampungan sampah ini terus meluas. Kini sudah mencapai 74 are untuk sampah saja dari total luas kawasan seluas 2 hektare.

Baca juga: KASUS Dugaan Perselingkuhan Lettu Ckm MHA, Kompol Laorens Sebut Perlu Perdamaian Kedua Belah Pihak!

Baca juga: Eksepsi Winastri Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana PNPM Mandiri Ditolak Majelis Hakim

 Kiriman sampah yang sempat meluber karena alat excavator rusak di TPA Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Senin 15 April 2024.
 Kiriman sampah yang sempat meluber karena alat excavator rusak di TPA Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Senin 15 April 2024. (Made Prasetia/Tribun Bali)

 

Koordinator TPA Peh, Ketut Suardika menuturkan, setiap harinya TPA Peh merima atau menampung kiriman sampah 60 ton lebih. Volume tersebut berasal dari sampah di fasilitas umum dan juga sampah dari masyarakat.

"Rata-rata per harinya itu masuk sekitar 60 ton lebih. Kemarin alat sempat rusak, mengakibatkan sampahnya meluber ke jalur masuk TPA," kata Suardika.

Dia melanjutkan, dengan kondisi tersebut, hingga akhir tahun 2023 lalu ketinggian tumpukan sampah sudah mencapai sekitar 34 meter.

Sementara luas kawasan untuk penampungan sampah sudah mencapai 74 are dari total kawasan seluas 2 hektare.

"Ketinggian terakhir 34 meter. Mungkin sekarang sudah hampir 40 meteran. Untuk antisipasi ketinggian, sudah dikerahkan excavator untuk penataan di atas," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, mengakui kiriman sampah sempat meluber akibat kerusakan alat excavator Senin 15 April 2024 kemarin.

Namun, sejak siang tadi sudah mulai beroperasi sehingga sampah yang meluber sudah ditangani.

"Ada dua alat sebenarnya. Satu memang rusak masih menunggu alatnya, dan satu lagi rusak kemarin sehingga sampah sempat meluber. Tapi sudah tertangani," katanya singkat. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved