Pilgub Bali 2024
PILGUB Bali 2024: PDIP Buleleng Usulkan Bakal Calon Gubernur Koster-Giri Pasta atau Koster-Cok Ace
DPC PDI Perjuangan Buleleng memberikan usulan dua paket bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dalan kontestasi Pilgub Bali 2024 mendatang.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - DPC PDI Perjuangan Buleleng memberikan usulan dua paket bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, yakni paket Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) dan paket Wayan Koster-Nyoman Giri Pasta.
Sementara bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng ada delapan kandidat yang diusulkan.
Usulan ini muncul setelah para anggota partai melakukan rapat konsolidasi, yang digelar di kantor DPC PDI Perjuangan pada Rabu (17/4).
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Buleleng Gede Supriatna mengatakan, dua paket bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali itu ini muncul dari hasil penyerapan aspirasi para anggota partai, dengan melihat dinamika politik saat ini.
Baca juga: Rapat Paripurna Ke-6, DPRD Denpasar Apresiasi Capaian Kinerja LKPJ Walikota Denpasar TA. 2023
Usulan tersebut telah dituangkan dalam berita acara, dan akan diserahkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
"Jadi dari hasil rapat kita sudah sepakat untuk bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur ada dua paket, sudah dibuatkan dalam berita acara dan sudah ditandatangani dan akan disampaikan ke pusat melalui DPD PDIP Bali," terangnya.
Selain mengusulkan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, dalam rapat tersebut juga telah disepakati ada delapan daftar nama yang juga diusulkan untuk menjadi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng.
Diantaranya I Nyoman Sutjidra yang merupakan Wakil Bupati Buleleng periode 2012-2022, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Ketua BMI Buleleng Ketut Putra Sedana, I Gusti Ayu Aries Sujati yang merupakan istri Bupati Buleleng 2012-2022 Putu Agus Suradnyana, Ketut Rochineng Anggota DPRD Bali, serta tiga anggota DPRD Buleleng yakni Kadek Setiawan, Ketut Ngurah Arya dan Wayan Masdana.

"Delapan nama ini juga sudah kami sepakati,”
“Dari delapan memang hanya ada satu yang perempuan (Aries Sujati,red) dan itu yang muncul dari usulan teman-teman di PAC dan DPC,”
“Kami terus memberikan peluang kepada kader perempuan buktinya lewat Bu Aries ini, " terangnya.
Baca juga: AA Gde Oka Meninggal Mendadak di Hari Pernikahan Putranya, Ditemukan Warga saat Mebanten
Supriatna menegaskan, dari delapan kandidat bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng ini, pihaknya tidak langsung memaketkan siapa berpasangan dengan siapa.
Hal itu akan menjadi kewenangan DPP berdasarkan hasil survei.
"Sudah dijadikan satu, tidak ada paket-paketan. Nanti kami tinggal menunggu rekomendasi saja, siapa yang terpilih menjadi calon Bupati dan Wakil Bupatinya," jelasnya.
Sementara terkait partai koalisi, dikatakan Supriatna menjadi kewenangan DPP dengan melihat pertimbangan peta politik di masing-masing wilayah.
Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng juga tetap menjalin komunikasi dengan pimpinan partai lain.
Sementara terkait deklarasi, akan dilakukan bila rekomendasi dari pusat telah turun. (rtu)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.