Berita Denpasar
Bentrok Warga di Lapangan Renon, Kesbangpol Bali Sebut Bukan Ormas
Bentrok warga Sumba sempat terjadi beberapa waktu lalu di Lapangan Renon Denpasar. Video bentrok ini pun viral di media sosial.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, Bali - Bentrok warga Sumba sempat terjadi beberapa waktu lalu di Lapangan Renon Denpasar. Video bentrok ini pun viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Kepala Kesbangpol Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata.
“Bukan, jadi sampai saat ini saya belum-belum ada yang indikasinya mengarah kepada kelompok atau ormas tertentu. Jadi masih sporadis orang-orang yang ya mungkin beberapa orang karena boleh dikatakan solidaritas pertemanan atau malah suku dan lain sebagainya seperti itu kurang lebih,” kata, Wiryanta pada, Kamis 18 April 2024.
Secara prinsip kata, Wiryanata TNI Polri sudah terus bergerak mengantisipasi dan mengkondisikan situasi, begitu juga teman-teman di Dinas Perhubungan Pol PP dan lain sebagainya.
Hampir semua titik-titik kerawanan dikatakan Wiryanata sudah di antisipasi.
Ia pun berharap semoga arus balik mudik ini pun bisa di lalui dengan baik.
“Mungkin kalau ormas belum tentu ya Ini karena kan kadang perorangan. Malah Kami merasa kalau mereka teman-teman yang ormas sangat disiplin karena mereka terkondisikan, tapi justru yang yang bukan Ormas yang kadang-kadang bikin ribut dan kami sudah terus mengadakan pendekatan dan penemuan Satpol PP juga begitu juga TNI Polri sudah mencoba juga pendekatan dengan memanggil tokoh-tokoh masyarakat dari masing-masing terutama dalam tanda petik sekarang kan kebetulan teman-teman dari timur lah yang yang berulang-ulang ini terjadi dan itu pun ternyata kita lihat jumlahnya tidak terlalu banyak,” imbuhnya.
Baca juga: Peningkatan Angka Kesembuhan Kanker Payudara melalui Skrining dan Deteksi Dini
Memang saat ini semua hal mudah viral di media sosial jadi begitu sedikit saja langsung di up dan viral.
Kesbangpol sudah terus mengadakan pendekatan dengan seperti dengan ormas Flobamora (ormas diaspora NTT di Bali).
“Kita terus mengadakan pendekatan dan dan mereka pun meyakinkan kepada kita ke depan akan kita terus usahakan untuk pendekatan-pendekatannya sehingga kita selesaikan secara adat atau secara kekeluargaan,” tandasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.