Berita Gianyar

Harga Gabah 'Meguyang', Harga Beras Lokal Turun di Gianyar

Kepala Disperindag Gianyar, pihaknya memprediksi dalam beberapa waktu ke depan, harga beras akan mulai berangsur-angsur turun.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Pemkab Gianyar, Bali saat menggelar pasar murah untuk menstabilkan harga belum lama ini - Harga Gabah 'Meguyang', Harga Beras Lokal Turun di Gianyar 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Penurunan harga gabah hampir terjadi secara nasional, Selasa 23 April 2024.

Hal tersebut terpantau dari forum-forum diskusi para petani.

Di mana kondisi pertanian sedang tidak bagus.

Selain harga turun, beberapa tanaman padi juga tumbang, dampak cuaca ekstrem.

Baca juga: Daya Beli Masyarakat Terpukul di Momen Ramadhan, Harga Beras hingga Telur Naik

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Selasa 23 April 2024, saat ini harga gabah beragam, mulai dari Rp 6.200 per kilogram (kg), ada yang Rp 5.800 per kg bahkan ada yang sampai menyentuh angka Rp 4.500 per kg.

Sebelum mengalami penurunan, harga gabah sempat menyentuh Rp 8.500 per kg, yang membuat petani bersemangat.

Ironisnya, meskipun harga gabah sudah mengalami penurunan signifikan. Namun harga beras masih di atas harga normal.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar, disebutkan bahwa sampai saat ini, pedagang eceran masih menjual beras di harga Rp 15.000-16.000 per kg.

Adapun harga beras yang mengalami penurunan harga hanya beras lokal, yakni Rp 14.000 per kg, di mana pada 19 April 2024 harganya masih di angka Rp 15.000 per kg.

Kepala Disperindag Gianyar, Ni Luh Putu Eka Suary mengatakan, pihaknya memprediksi dalam beberapa waktu ke depan, harga beras akan mulai berangsur-angsur turun.

Sebab distributor besar telah menurunkan harga. Namun, kata dia, yang baru turun harga hanya beras lokal.

"Beberapa distributor sudah menurunkan harga beras lokal. Namun beras premium dari Jawa belum turun karena masih suasana hari raya, belum ada kiriman beras hingga hari ini," ujar Eka.

Meskipun secara data, Disperindag Gianyar menyebut harga beras seharusnya sudah turun.

Namun di lapangan, sejumlah pedagang eceran masih menjual di angka Rp 16.000 per kg.

Terkait itu, Eka tidak menampik masih adanya pedagang yang menjual dengan harga mahal.

Eka mengatakan, pihaknya telah menurunkan staf dan memberikan pemahaman pada pedagang ini.

Namun mereka selalu memiliki alasan untuk tidak menurunkan harga.

"Mereka selalu memiliki alasan. Sementara kita tidak bisa mengintervensi para pedagang itu. Mereka beralasan masih menjual stok lama, saat dibeli harganya mahal," ujar Eka. (*)

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved