Profil
Profil Mooryati Soedibyo: Pendiri Mustika Ratu dan Puteri Indonesia yang Meninggal di Usia 96 Tahun
Semoga diterima disisi Tuhan yang Maha Esa, Meninggal di Usia 96 Tahun, Profil Mooryati Soedibyo: Pendiri Mustika Ratu dan Puteri Indonesia
Penulis: I Made Wira Adnyana Prasetya | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM - Mooryati Soedibyo, nama yang tak asing lagi dalam dunia Kecantikan dan keindahan Indonesia.
Ia lahir pada tanggal 5 Januari 1928 di Solo, Jawa Tengah, dan meninggal dunia pada Rabu, 24 April 2024, di usia 96 tahun.
Mooryati dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam mengembangkan industri Kecantikan dan jamu di Indonesia.
Dilansi dari KOMPAS.COM, berikut profil beliau pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo.

Baca juga: Profil Nathan Tjoe-A-On: Kabar Baik Penjaga Keseimbangan Lini Tengah Timnas U23 Indonesia Piala Asia
Sejak usia sangat muda, Mooryati telah digembleng oleh neneknya dan tinggal di Keputren Keraton Surakarta.
Hal ini memberikan pengaruh besar terhadap minatnya dalam jamu dan kecantikan tradisional.
Pada tahun 1973, Mooryati mendirikan Mustika Ratu, sebuah brand kosmetik dan jamu yang kemudian menjadi salah satu yang terkemuka di Indonesia dan diakui secara global.
Dengan modal awal hanya Rp 25.000, Mooryati merintis usahanya dengan meramu sendiri minuman beras kencur di garasi rumahnya bersama dua pembantunya.
Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, usahanya berkembang pesat. Setelah lima tahun berjalan, ia telah memiliki sekitar 50 karyawan dan produk-produknya mulai diterima di salon-salon kecantikan.
Selain berkecimpung dalam bisnis kecantikan dan jamu, Mooryati juga dikenal sebagai sosok yang aktif di bidang politik.
Ia pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada periode 2004-2009.
Mooryati juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Mooryati Soedibyo juga dikenal sebagai pendiri ajang kecantikan Puteri Indonesia pada tahun 1992.
Kontes kecantikan ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi perempuan Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Sejak itu, Puteri Indonesia telah menjadi salah satu ajang bergengsi yang diikuti oleh perempuan Indonesia dari berbagai daerah.
Berikut riwayat hidup Mooryati Soedibyo, kelahiran, pencapaian dan prestasi beliau semasa hidupnya.
Baca juga: Profil I Wayan Buda Parwata, Eks Kuli Tinta yang Dipercaya Rakyat Raih Kursi DPRD Klungkung 4 Kali
Profil Mooryati Soedibyo
1. Kelahiran dan Keluarga
- Mooryati Soedibyo lahir pada tanggal 5 Januari 1928 di Solo, Jawa Tengah.
- Ia merupakan cucu dari Raja Surakarta Susuhunan Paku Buwono X.
2. Pendiri Mustika Ratu
- Mooryati merintis bisnisnya dengan modal Rp 25.000 pada tahun 1973.
- Produk pertamanya adalah minuman beras kencur.
- Usahanya mulai berkembang dan produk-produknya masuk ke salon-salon kecantikan.
3. Pendirian Puteri Indonesia
- Mooryati Soedibyo mendirikan Puteri Indonesia pada tahun 1992.
- Kontes kecantikan ini didirikan sebagai wadah bagi perempuan Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
4. Aktivitas Politik
- Mooryati pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada periode 2004-2009.
- Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
5. Penghargaan dan Pencapaian
Mooryati dijuluki sebagai "Empu Jamu Indonesia" atas keahliannya meracik jamu.
Ia masuk dalam daftar 99 Wanita Paling Berpengaruh di Indonesia 2007 versi majalah Globe Asia.
6. Meninggal Dunia
- Mooryati Soedibyo meninggal dunia pada Rabu, 24 April 2024, di usia 96 tahun.
- Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Mangunsarkoro Nomor 69 Menteng, Jakarta Pusat, sebelum diberangkatkan ke pemakaman di Tapos, Bogor.
Baca juga: Profil I Nyoman Giri Prasta, Sosok Bupati Badung yang Masuk Bursa Calon Gubernur Pilkada Bali 2024
Kepergian Mooryati Soedibyo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat Indonesia.
Namun, warisannya dalam mengembangkan industri kecantikan dan jamu, serta kontribusinya dalam memajukan peran perempuan Indonesia, akan terus dikenang dan diinspirasi oleh generasi-generasi selanjutnya.
Rest in peace, selamat jalan ibu, semoga diterima disisi Tuhan yang Maha Esa.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.