Mahasiswa STIP Tewas
Motor Kesayangan Ikut Hantarkan Jenazah Putu Satria ke Rumah Duka, Prosesi Pengabenan 10 Mei 2024
Putu Satria sempat menelpon ayahnya dan meminta untuk sepeda motornya dipasangi strip (stiker).
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Suasana duka masih terasa di kediaman Putu Satria Ananta Rustika (19) di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Kamis 8 Mei 2024.
Papan ucapan belasungkawa masih berjejer di depan pintu masuk rumah pemuda yang meninggal dunia setelah mendapatkan kekerasan dari seniornya di STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Jakarta.
Di depan rumah, tampak terparkir sepeda motor 2 tak jenis Yamaha RX Spesial yang di depannya terpasang foto Putu Satria.
"Ini sepeda motor kesayangan Rio (Panggilan Putu Satria)," ujar ibu dari Putu Satria, Ni Nengah Rusmini, Kamis 8 Mei 2024.
Baca juga: Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Negara, Menhub Budi Karya Sumadi Janjikan Beasiswa ke Adik Putu Satria
Ia menceritakan, Putu Satria sangat gemar dengan sepeda motor tua, khususnya 2 tak.
Bahkan ia terus memantau sepeda motornya, pada saat menempuh pendidikan di Jakarta.
Tiga hari sebelum meninggal dunia, tepatnya pada 1 Mei 2024 lalu, Putu Satria sempat menelpon ayahnya dan meminta untuk sepeda motornya dipasangi strip (stiker).
"Tadi teman-temannya yang datang untuk memasang strip (stiker) di sepeda motor Rio," ungkapnya sembari terisak.
Sepeda motor itu juga sempat dibawa untuk mengantarkan jenazah Putu Satria pulang ke rumah duka setelah disemayamkan beberapa hari di RSUD Klungkung.
"Sepeda motor ini tadi ikut mengantarkan jenazah Rio pulang ke rumah," ungkapnya.
Jenazah Putu Satria tiba di rumah duka sekitar pukul 07.00 Wita.
Jenazah langsung disemayamkan di bangunan Bale Dangin.
Rencananya prosesi pengabenan terhadap jenazah Putu Satria akan berlangsung, Jumat 10 Mei 2024. (mit)
Kumpulan Artikel Klungkung
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.