Pilkada 2024
7 Kader PDIP Mendaftar Maju Pilkada Buleleng 2024: dari Ketut Putra Sedana Hingga Ketut Rochineng
PDIP Buleleng yang membuka formulir pendaftaran Pilkada Buleleng 2024 berhasil menjaring setidaknya 7 nama yang siap maju di Pilkada 2024
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PDIP Buleleng yang membuka formulir pendaftaran Pilkada Buleleng 2024 berhasil menjaring setidaknya 7 nama yang siap maju di Pilkada 2024.
Sekretaris DPC PDIP Buleleng Gede Supriatna menjelaskan, pada prinsipnya partai berlogo banteng itu memang membuka pendaftaran untuk calon kepala daerah, baik untuk internal dan eksternal partai.
Pendaftaran ditutup pada Jumat (10/5) hingga pukul 17.00 Wita.
Selain Sukrawan, tercatat ada enam kader PDIP dari hasil penjaringan di internal partai yang telah melakukan pendaftaran.
Baca juga: Pilkada Bali 2024: Dewa Sukrawan Kembali Merapat ke PDIP, Daftar Menjadi Bakal Calon Bupati Buleleng
Di antaranya I Nyoman Sutjidra, Ketut Putra Sedana, Ketut Rochineng, Gede Supriatna, Ketut Ngurah Arya dan Wayan Masdana.
Yang di luar penjaringan ada Nyoman Arya Astawa atau yang akrab disapa Mang Dauh yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil bupati Buleleng.
Setelah pendaftaran ditutup, nama-nama tersebut akan serahkan ke DPD PDIP Bali untuk dikaji.
Lantas, selanjutnya akan diproses oleh DPP PDIP untuk dikeluarkan rekomendasi siapa yang akan dicalonkan pada Pilkada Buleleng.
"Ada tiga kader lagi yang tidak mendaftar, yakni I Gusti Ayu Aries Sujati, Kadek Setiawan dan Ni Kadek Turkini,”
“Tidak jadi masalah, karena nama mereka kan hanya sekadar usulan,”
“Kalau tidak daftar berarti tidak ingin menindaklanjuti usulan dari DPC dan PAC," jelasnya.
Baca juga: Pelamar PPS di Karangasem Jelang Pilkada 2024 Minim, Waktu Rekrutmen Diperpanjang Selama tiga Hari
Terbaru, politikus Dewa Nyoman Sukrawan memutuskan mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Buleleng melalui PDIP, Jumat 10 Mei 2024.
Tak hanya di PDIP, Ketua DPRD Buleleng periode 2009-2014 ini sebelumnya juga mendaftar di beberapa partai, seperti NasDem dan Hanura.
PDIP adalah Parpol yang membesarkan nama Sukrawan, karena pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Buleleng dan juga mengusungnya sebagai Cawagub.
Pantauan di kantor DPC PDIP Buleleng, Sukrawan datang mendaftar dengan didampingi Anak Agung Wiranata Kusuma dan I Made Sundayana.
Dua Paslon ini juga digadang-gadang juga ikut maju pada Pilkada Buleleng 2024 melalui jalur independen.
Sukrawan menyebut, dirinya mendaftar sebagai bakal calon bupati Buleleng di PDIP, NasDem dan Hanura lantaran ketiga Parpol itu membuka pintu pendaftaran kepada kader maupun non-kader untuk Pilkada Buleleng 2024.
"Jadi saya sebagai masyarakat Buleleng punya hak untuk ikut mendaftar bersama kader PDIP yang sudah duluan daftar," katanya.
Baca juga: TANCAP GAS, Adi Arnawa Daftar Cabup Badung Lewat PDIP, Gde Oka Siap Bertarung di Pilkada Denpasar
Sebagai informasi, Sukrawan merupakan pecatan PDIP.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Buleleng, lalu diberhentikan oleh partai pada 2016 lalu lantaran tidak mengindahkan instruksi DPP PDIP, terkait rekomendasi calon bupati dan wakil bupati Buleleng.
Dimana DPP PDIP kala itu merekomendasikan Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra pada Pilkada 2017.
Namun Sukrawan memutuskan untuk menantang pasangan tersebut, melalui jalur perseorangan (independen) bersama Dharma Wijaya.
Meski sudah dipecat, Sukrawan menyebut hingga saat ini hubungannya dengan kader PDIP masih terjalin dengan baik.
"Dengan siapapun saya baik. Buktinya saya dengan Supriatna selaku Sekretaris DPC PDIP Buleleng baik,”
“Tidak ada komunikasi yang putus. Masalah perbedaan prinsip saat itu ya sudah hari itu saja. Sisanya ya guyub lagi," ucapnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.